Kemenag: Penyuluh agama harus manfaatkan medsos sebagai sarana dakwah
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mendorong para penyuluh agama untuk aktif menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah dan edukasi publik.
"Mulailah percaya diri mengaktivasi media sosial masing-masing.
>>> AAUI Ungkap Rencana Danantara Konsolidasi Asuransi BUMN
Apa yang dilakukan penyuluh di lapangan perlu diketahui masyarakat luas, agar manfaatnya semakin dirasakan," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Menurut Abu Rokhmad, medan dakwah penyuluh agama kini tidak terbatas pada ruang kajian di kelas, masjid, atau majelis taklim.
Medium dakwah semakin luas dan digital.
Ia menilai penyuluh agama perlu hadir sebagai pemengaruh kebaikan yang menyebarkan pesan moderasi, kepedulian sosial, dan nilai keagamaan melalui ruang digital.
"Bersamaan itu, para penyuluh untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal, uji kompetensi, pelatihan, seminar, dan berbagai program pengembangan kapasitas lainnya," kata Abu Rokhmad.
Ditjen Bimas Islam Kemenag secara berkala melakukan peningkatan kapasitas penyuluh.
>>> Kementerian ESDM Pastikan Mandatori Biodiesel B50 Berlaku 1 Juli 2026
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan penguatan kualitas SDM sebagai bagian penting Asta Protas Kementerian Agama.
Peningkatan kompetensi penyuluh akan berkontribusi pada layanan keagamaan yang profesional, responsif, dan berdampak bagi masyarakat. Penyuluh agama merupakan garda terdepan Kemenag yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Para penyuluh agama adalah ujung tombak pembinaan keagamaan.
Mereka tidak bekerja di balik meja, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat dan memahami denyut persoalan umat," ujarnya.
Abu Rokhmad juga mendorong spesialisasi kompetensi di kalangan penyuluh. Contohnya, fokus pada pemberdayaan ekonomi umat, pengelolaan zakat dan wakaf, penanganan konflik sosial-keagamaan, hingga penguatan keluarga.
Spesialisasi tersebut akan menjadi nilai tambah sekaligus memperkuat peran strategis penyuluh dalam mendukung program pembangunan nasional.
>>> Bank Ina Kaji Ulang Bunga Simpanan Usai BI Rate Naik ke 5,5%
"Kita tidak boleh hanya menjadi generalis. Penyuluh perlu memiliki keahlian khusus yang membuat keberadaannya semakin dibutuhkan masyarakat," kata Dirjen Bimas Islam Kemenag.
Update Terbaru
4 Rekomendasi Smartwatch Stylish untuk Olahraga dan Nongkrong
Kamis / 18-06-2026, 11:56 WIB
Kolombia Kalahkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 11:56 WIB
Liverpool Tebus Klausul Pelepasan Victor Munoz dari Osasuna
Kamis / 18-06-2026, 11:55 WIB
Kanada Hadapi Qatar di Grup B Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 11:55 WIB
Empat Emiten Gelar Private Placement, PANI dan KPIG Paling Prospektif
Kamis / 18-06-2026, 11:55 WIB
Pertamina Patra Niaga Buka Peluang Penurunan Harga BBM Pertamax
Kamis / 18-06-2026, 11:55 WIB
Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel Amankan Unjuk Rasa Hari Ini
Kamis / 18-06-2026, 11:55 WIB
Kemenag Bantah Menag Nasaruddin Umar Samakan Pemerintah dengan Fir'aun
Kamis / 18-06-2026, 11:55 WIB
Postur Tubuh Pebalap Pengaruhi Kendali Motor MotoGP
Kamis / 18-06-2026, 11:53 WIB
6 Fitur Baru Android 17: Multitasking, Privasi, dan Keamanan
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
Kejaksaan Agung Periksa Sony Sonjaya Terkait Korupsi Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
5 Seconds of Summer Tambah Jadwal Konser di Jakarta Arena
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
PN Jakarta Pusat Eksekusi Pengosongan Lahan Hotel Sultan
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
Dua Perusahaan Siap IPO di BEI pada Juni-Juli 2026
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB






