Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Empat perusahaan yang terlibat adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), dan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH).

>>> Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel Amankan Unjuk Rasa Hari Ini

Aksi ini bertujuan untuk memperkuat modal, mendanai ekspansi, atau merestrukturisasi utang.

Rencana Masing-Masing Emiten

PANI akan menerbitkan 72.476.600 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham pada private placement tahap IV.

Dua investor, PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd, akan mengambil bagian dengan harga pelaksanaan Rp6.875 per saham.

Manajemen PANI menyatakan dana tersebut akan memperkuat struktur permodalan anak usahanya, PT Panorama Eka Tunggal dan PT Karunia Utama Selaras.

WSBP bersiap melaksanakan private placement tahap VI dengan menerbitkan 178,68 juta saham bernilai nominal Rp50 per saham.

Aksi ini ditujukan untuk konversi utang kreditur sesuai Perjanjian Perdamaian yang telah homologasi.

KPIG mengincar dana segar Rp745,53 miliar dengan menerbitkan 7,45 miliar saham baru.

Harga pelaksanaan dan nilai nominal ditetapkan Rp100 per saham, sehingga jumlah saham beredar naik dari 99,86 miliar menjadi 107,31 miliar.

>>> Kemenag Bantah Menag Nasaruddin Umar Samakan Pemerintah dengan Fir'aun

WGSH berencana melepas maksimal 208,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham.

Harga pelaksanaan akan dipatok minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham di Pasar Reguler selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum transaksi.