Harry Su: Kinerja ANTM Hadapi Tantangan di Semester II-2026
Prospek kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan menghadapi sejumlah tantangan berat pada semester II-2026.
Hal ini disebabkan potensi normalisasi harga komoditas emas setelah lonjakan signifikan pada kuartal pertama tahun ini.
>>> Perpres 27/2026 Belum Bisa Diakses Publik Sebulan Setelah Diumumkan
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memperkirakan pergerakan harga emas akan lebih landai dibandingkan capaian pada Januari hingga Maret 2026.
"Tantangan pada semester II-2026 adalah harga emas yang berpotensi melandai di tengah inflasi, potensi suku bunga lebih tinggi, dan situasi Timur Tengah yang tampaknya sudah menemukan titik keluar," ujar Harry kepada Kontan pada Rabu (17/6/2026).
Pada kuartal I-2026, ANTM mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 29,32 triliun, tumbuh 12,12% secara tahunan (YoY).
Laba bersih perseroan melesat 61,9% YoY menjadi Rp 3,4 triliun, dengan lini bisnis emas menyumbang kontribusi dominan sebesar 81% atau setara Rp 23,89 triliun.
Faktor Eksternal dan Regulasi Domestik
Selain dinamika harga komoditas global, pemulihan operasional pasokan dari tambang Grasberg pasca-gangguan tahun lalu juga menjadi perhatian.
>>> Bocoran Boruto Two Blue Vortex Chapter 34: Kondisi Sarada dan Jadwal Rilis
Investor diminta memantau faktor makroekonomi eksternal seperti suku bunga The Fed, arah dolar AS, dan perkembangan konflik di Timur Tengah.
Di sisi domestik, berbagai wacana regulasi seperti pembentukan lembaga ekspor terpusat, pungutan ekspor, kenaikan royalti, hingga penerapan windfall tax berpotensi membayangi emiten sektor pertambangan.
Menurut Harry, penyesuaian tarif royalti memiliki dampak risiko paling tinggi terhadap profitabilitas ANTM. "Royalti adalah sentimen yang dampaknya paling besar dalam menggerus laba perseroan.
Namun, sejauh ini pemerintah masih menunda implementasi tarif royalti baru," ujarnya.
Meskipun dihadapkan pada normalisasi harga emas dan ketidakpastian regulasi, daya tarik saham ANTM dinilai masih cukup kuat.
>>> Qualcomm Rilis Snapdragon Reality Elite, Tingkatkan Performa AR
Harry mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ANTM dengan target harga Rp 4.600 per lembar saham.
Update Terbaru
Kejagung Periksa Sony Sonjaya Terkait Pengajuan Justice Collaborator
Kamis / 18-06-2026, 14:05 WIB
Ditjen Pajak Catat Penerimaan Neto Rp940,31 Triliun per Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 14:05 WIB
Sudin Pendidikan Jaksel Dampingi Keluarga Siswi SMAN 6 Korban Kecelakaan
Kamis / 18-06-2026, 14:05 WIB
Polda NTB Serahkan Mantan Kapolres Bima Kota ke Jaksa dalam Kasus Narkoba
Kamis / 18-06-2026, 14:04 WIB
Kiosgamer Gelar Event Bonus Top Up Eclipse Garena Free Fire
Kamis / 18-06-2026, 14:04 WIB
Avrist Assurance Gandeng Lima Mitra Perluas Pasar Asuransi Digital
Kamis / 18-06-2026, 14:04 WIB
Militer Meksiko Tembak Jatuh Drone Pengintai Latihan Timnas Korea Selatan
Kamis / 18-06-2026, 14:04 WIB
Raul Gonzalez Buka Peluang Latih Timnas Indonesia di Masa Depan
Kamis / 18-06-2026, 14:04 WIB
Kejagung Periksa Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Terkait Korupsi MBG
Kamis / 18-06-2026, 14:01 WIB
Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter per 10 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 14:01 WIB
Cek Status BLT Kesra 2026 Lewat Ponsel, Begini Caranya
Kamis / 18-06-2026, 14:00 WIB
Roberto Martinez Soroti Hilangnya Variasi Serangan Portugal Usai Ditahan Kongo
Kamis / 18-06-2026, 14:00 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 19 - 21 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 14:00 WIB
Menteri ESDM Kaji Revisi Harga Batu Bara DMO untuk PLN
Kamis / 18-06-2026, 14:00 WIB






