Harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia dan Laku Emas mengalami penurunan pada Kamis siang, 18 Juni 2026.

Tren serupa juga terlihat pada produk emas dari Hartadinata Abadi (HRTA).

>>> Kolombia Kalahkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026

Pergerakan nilai logam mulia ini dipengaruhi oleh dinamika permintaan industri perhiasan global.

Fluktuasi nilai tukar mata uang dan regulasi bank sentral dalam mengelola cadangan emas turut menjadi faktor penentu.

Calon pembeli dan investor disarankan memantau pergerakan harga secara berkala. Hal ini penting untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat saat bertransaksi.

Penurunan Harga di Raja Emas Indonesia

Berdasarkan data dari Investor Daily, Raja Emas Indonesia mencatatkan penurunan harga bervariasi untuk setiap kadar karat.

Emas perhiasan 24 karat turun Rp 10.000 menjadi Rp 2.320.000 per gram.

Penurunan Rp 10.000 juga terjadi pada kadar 23 karat yang kini Rp 2.090.000 per gram.

Sementara varian 22 karat menyusut Rp 15.000 menjadi Rp 1.913.000 per gram.

Kadar 21 karat, 20 karat, dan 19 karat masing-masing melemah Rp 13.000.

Harganya berturut-turut menjadi Rp 1.828.000 per gram, Rp 1.740.000 per gram, dan Rp 1.652.000 per gram.

Untuk kadar 18 karat, harga terkoreksi Rp 12.000 menjadi Rp 1.567.000 per gram.

Varian 17 karat turun Rp 11.000 ke posisi Rp 1.479.000 per gram.

Emas perhiasan dengan kadar 16 karat, 15 karat, dan 14 karat kompak turun Rp 10.000.

Nilainya kini masing-masing Rp 1.392.000 per gram, Rp 1.306.000 per gram, dan Rp 1.218.000 per gram.

Kadar 13 karat turun Rp 9.000 menjadi Rp 1.131.000 per gram. Kadar 12 karat turun Rp 8.000 menjadi Rp 1.045.000 per gram.