Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi memastikan data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak ada hubungannya dengan kepentingan perpajakan.

"Tidak ada hubungannya dengan pajak. Kami pastikan rahasia data terjaga," kata Sonny di Semarang, Kamis.

>>> Beirut Tolak Usulan Trump agar Suriah Tangani Hizbullah

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu takut atau khawatir saat menjawab pertanyaan petugas sensus. Masyarakat wajib memberikan data yang benar.

Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mendata pelaku usaha, tetapi juga hingga tingkat keluarga. Secara nasional, terdapat 32 juta pelaku usaha yang akan disensus.

Selain itu, sebanyak 289,3 juta jiwa dari 95,3 juta keluarga menjadi sasaran sensus. Pelaksanaan sensus berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus di seluruh Indonesia.

>>> Kemdikdasmen: Gerakan 7 KAIH Perkuat Karakter Murid Sekolah Nonformal

Manfaat Data Sensus Ekonomi

Sonny menjelaskan data Sensus Ekonomi 2026 sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Pembangunan yang tepat sasaran harus didukung data berkualitas.

Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat diwujudkan jika struktur ekonomi dipahami dengan baik. Data sensus juga akan bermanfaat bagi pemerintah daerah.

>>> Realisasi PAD Kota Jayapura dari PBB-P2 Capai Rp21,799 Miliar

"Data sensus akan memetakan kondisi masing-masing daerah secara lengkap," katanya.