Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, Jawa Barat, mengerahkan 2.000 petugas dalam Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini bertujuan menghimpun data untuk perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan pemerintah.

Kepala BPS Kota Bandung Nevi Hendri menyatakan sensus ini merupakan kegiatan strategis yang digelar setiap 10 tahun sekali.

>>> Pemerintah Tunda Insentif Kendaraan Listrik hingga Bulan Depan

Semua pelaku usaha dan aktivitas ekonomi akan didata tanpa terkecuali.

"Kalau sensus, semua didata.

Tidak ada yang terlewat, seluruh pelaku usaha ekonomi dan rumah tangga di Kota Bandung akan menjadi sasaran pendataan," kata Nevi dalam keterangan yang diterima di Bandung, Kamis.

Tantangan Ekonomi Digital

Menurut Nevi, sensus kali ini menghadapi tantangan berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Perubahan pola transaksi akibat perkembangan teknologi membuat aktivitas ekonomi digital tumbuh sangat cepat.

"Pada 2016, transaksi melalui e-commerce, dompet digital, hingga profesi seperti konten kreator dan dropshipper belum sebesar sekarang.

Namun pada 2026, fenomena tersebut diperkirakan memberikan gambaran baru terhadap struktur ekonomi Kota Bandung," ujarnya.

>>> Roberto Martinez Pertahankan Cristiano Ronaldo Saat Portugal Ditahan Imbang

Nevi mengingatkan petugas untuk menjalankan tugas dengan integritas dan amanah.

Kualitas data menjadi prioritas utama karena akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan di tingkat pusat dan daerah.

"Jangan main-main dengan data. Data yang dikumpulkan akan menentukan arah kebijakan ekonomi, sosial, hingga kesejahteraan masyarakat ke depan," katanya.

Selain memetakan pelaku usaha, sensus juga akan memperbarui informasi sosial ekonomi rumah tangga. Data ini menjadi referensi pemerintah dalam menyusun program intervensi dan bantuan bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajak seluruh petugas menjalankan tugas dengan niat pengabdian. Ia menekankan pentingnya menjaga etika, profesionalisme, dan komunikasi yang baik dengan masyarakat saat pendataan.

Menurut Erwin, petugas sensus bukan sekadar pengumpul data, melainkan garda terdepan yang menentukan kualitas informasi ekonomi Kota Bandung.

>>> Klaim Asuransi Properti Melonjak 34,7% Imbas Banyak Korporasi Tutup

"Data yang akurat adalah aset pembangunan yang sangat berharga. Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang benar," ujarnya.