Kementerian ESDM Buka Peluang Revisi Harga Batu Bara DMO
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang untuk merevisi harga batu bara domestic market obligation (DMO) bagi kebutuhan PT PLN (Persero).
Langkah evaluasi ini diambil setelah biaya operasional penambangan komoditas tersebut dilaporkan membengkak hingga 8-12 persen, sehingga dinilai mulai membebani para pengusaha tambang.
>>> Portugal Imbang 1-1 Lawan Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Pernyataan itu disampaikan Bahlil di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).
Penyesuaian regulasi ini sedang digodok agar formulasinya tidak merugikan PLN selaku pembeli maupun perusahaan tambang selaku pemasok pasokan energi nasional.
"Jadi kita juga harus bijaksana agar teman-teman pengusaha juga jangan dibeli dengan harga yang sangat murah. Kalau beli harganya rugi enggak mungkin juga.
Karena pengusaha juga kan kita harus jaga agar mereka tidak rugi," ujar Bahlil.
Kementerian ESDM saat ini tengah melakukan kalkulasi mendalam terkait dampak finansial yang akan muncul dari perubahan kebijakan skema harga tersebut.
>>> Kelurahan Pulau Untung Jawa perkuat pengelolaan sampah dari sumber
"Lagi kita menghitung plus minus agar PLN-nya juga tidak dirugikan, tapi pengusahanya juga tidak dirugikan," terangnya.
Guna mengatasi kendala teknis logistik, sebuah tim pengadaan pasokan batu bara khusus PLN telah dibentuk oleh Menteri ESDM karena adanya hambatan pada penyaluran jenis batu bara kalori sedang.
Tim penanganan pasokan tersebut melibatkan kolaborasi lintas instansi yang terdiri dari pihak internal PLN, Inspektur Jenderal (Irjen), Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Supaya apa? Kita mau ingin tahu agar tidak ada masalah di teknis.
Jangan barang udah ada, ESDM sudah memberikan penugasan kepada PLN, tapi kalau tidak dieksekusi kan nggak nyampe di powerplant.
>>> BI Naikkan BI-Rate Jadi 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Dan ini dibutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan transparansi termasuk harga," katanya.
Update Terbaru
HIPMI Jakarta Selatan Sukses Gelar Musawarah Fest, Perkuat UMKM
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
IADO Awasi Seleksi Nasional Angkat Besi Menuju Asian Games 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
PBB: Jumlah Anak Korban Konflik 2025 Capai Rekor Tertinggi
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Ekonom: Kopdes Harus Salurkan Pinjaman Cepat untuk Saingi Rentenir
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
UMSU dan UniSZA Malaysia Jalin Kerja Sama Internasional
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Bioskop Trans TV Tayangkan Film Pixels Malam Ini
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Kenaikan BI Rate Berpotensi Dongkrak Yield Obligasi Pemerintah dan Korporasi
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Stuffcool Nido: Powerbank 10.000mAh dengan Sertifikasi Qi2.2 dan Kabel USB-C Bawaan
Kamis / 18-06-2026, 16:41 WIB
Amazon Prime Day 2026 di India Digelar 4-6 Juli
Kamis / 18-06-2026, 16:41 WIB
Lima Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Beracun di Pantai Sepanjang Gunungkidul
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Kemenag Gelar Gerakan Verifikasi Arah Kiblat Nasional Juli 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS Jelang Sentimen Ekonomi
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Ketrosden Triasmitra dan Ekamas Mora Republik Resmi Operasikan SKKL Rising 8
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB






