Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencari jalan keluar atas kendala pasokan batu bara kalori medium untuk menjaga operasional sejumlah pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).

>>> Pemerintah Pantau Fluktuasi Harga Cabai demi Jaga Rantai Pasok

Hambatan operasional ini secara khusus berkaitan dengan ketersediaan pasokan batu bara berkalori 5.200 yang dibutuhkan beberapa pembangkit.

Penurunan kualitas kalori batu bara di dalam negeri memicu keterbatasan jenis batu bara medium tersebut.

Pemerintah mencatat estimasi kebutuhan batu bara PLN pada tahun 2026 menyentuh angka 154 juta ton.

Sebanyak 134 juta ton di antaranya telah dipenuhi melalui kontrak, sehingga sisa kekurangan yang perlu dikejar berkisar antara 18 juta hingga 20 juta ton.

"Yang jelas untuk sampai dengan bulan Juni tadi kita sudah rapat itu ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium kalori yang 5.200.

Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari kan semakin rendah.

Nah, ini yang kita lagi cari solusinya, tapi secara yang lainnya gak ada masalah," kata Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia memastikan bahwa secara keseluruhan pasokan komoditas untuk pembangkit listrik negara tersebut masih berada dalam kategori aman.

>>> Real Madrid Sepakat Rekrut Jose Mourinho, Incar Marcus Rashford

Pemerintah juga menyoroti peningkatan biaya produksi batubara akibat rasio pengupasan lapisan tanah penutup tambang yang melonjak.

"Batu baranya pun dari total kebutuhan 154.000.000 ton pada tahun 2026 PLN sudah melakukan kontrak 134.000.000 ton jadi tinggal kurang lebih sekitar 18.000.000-20.000.000 ton yang belum jadi overall gak ada masalah," ungkap Bahlil Lahadalia.