Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan.

Kebijakan ini diambil demi menjaga daya beli masyarakat rentan di tengah memanasnya situasi geopolitik global.

>>> Hisense E8S Series TV 4K 144Hz ULED Mini-LED Resmi di India

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan bahwa penahanan harga khusus diberlakukan untuk BBM bersubsidi.

"Berkaitan dengan harga BBM non-subsidi, mungkin saya perlu jelaskan kembali. BBM ini jenisnya ada dua, BBM subsidi dan BBM non-subsidi.

BBM subsidi kita berbicara Pertalite dan juga Solar subsidi.

Kalau untuk BBM subsidi ini dipastikan oleh Pak Presiden sesuai yang disampaikan oleh Kementerian ESDM untuk BBM subsidi Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan," kata Anggia dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa kestabilan harga komoditas energi bersubsidi menjadi prioritas utama pemerintah dalam kondisi ekonomi global yang dinamis.

"Tujuannya untuk melindungi masyarakat rentan. Sesulit apa pun kondisi geopolitik luar sana, ini yang terus dijaga," ujar Anggia.

Harga BBM Non-Subsidi Mengikuti Pasar

Di sisi lain, penyesuaian harga terjadi pada sektor hilir migas non-subsidi per Juni 2026.

Sebelumnya, sejumlah badan usaha sempat menahan harga jual Pertamax dan sejenisnya selama beberapa bulan akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.

Anggia menjelaskan bahwa negara-negara tetangga sudah lebih dulu mengalami kenaikan harga BBM non-subsidi.

>>> Teknologi Digital Ubah Cara Masyarakat Peroleh Informasi Keagamaan

"Tapi kita tahu di April kemarin sesuai arahan Presiden, pemerintah masih mencoba untuk menjaga kestabilan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, makanya sempat ada diskusi dengan badan usaha baik itu pelat merah atau badan usaha swasta, untuk mempertahankan harga BBM non-subsidi, dalam hal ini Pertamax.