Perjalanan panjang Hotel Sultan di Jakarta memasuki babak baru setelah kawasan tempat hotel tersebut berdiri dieksekusi pada Kamis, 18 Juni 2026. Langkah pengosongan lahan itu dilakukan menyusul putusan hukum yang telah berkekuatan tetap terkait status penguasaan lahan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Pelaksanaan eksekusi sempat memicu penolakan dari sejumlah kelompok yang berada di lokasi. Namun, proses tersebut tetap berjalan mengacu pada penetapan Pengadilan Negeri Jakarta yang telah disampaikan kepada PT Indobuildco sejak 19 Mei 2026.

Dalam perkara tersebut, Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Indobuildco dinyatakan berakhir demi hukum sejak 2023. Pemerintah menegaskan lahan yang tercatat dalam Hak Pengelolaan (HPL) Nomor 1/Gelora merupakan aset negara.

Berawal dari Gagasan Ali Sadikin

Jauh sebelum sengketa lahan mencuat, Hotel Sultan dikenal sebagai salah satu hotel paling lama beroperasi di ibu kota. Lokasinya berada di kawasan Senayan yang menjadi pusat kegiatan olahraga, pemerintahan, bisnis, hingga penyelenggaraan berbagai agenda internasional.

Rencana pembangunan hotel tersebut muncul pada awal dekade 1970-an. Saat itu, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin mengusulkan kehadiran hotel bertaraf internasional untuk mendukung kebutuhan akomodasi di Jakarta yang terus berkembang.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Direktur Utama Pertamina kala itu, Ibnu Sutowo. Proyek kemudian direalisasikan melalui PT Indobuildco yang berada di bawah kelompok usaha keluarga Sutowo.

>>> Republik Ceko Incar Kemenangan Perdana Lawan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026

Dibangun pada 1973

Pembangunan hotel dimulai pada 1973. Setelah beroperasi, hotel tersebut memakai nama Hotel Hilton International Jakarta dan menjadi salah satu penginapan premium yang cukup dikenal pada masanya.

Selama puluhan tahun, hotel ini menjadi lokasi berbagai kegiatan penting, mulai dari pertemuan bisnis, konferensi, acara kenegaraan hingga kegiatan berskala internasional yang digelar di Jakarta.

Nama Hotel Hilton International Jakarta bertahan hingga kerja sama dengan jaringan Hilton berakhir pada 2006. Setelah itu, pengelola mengganti identitas hotel menjadi Hotel Sultan, nama yang tetap digunakan hingga sekarang.

Dengan usia yang mendekati setengah abad, Hotel Sultan menjadi salah satu bangunan perhotelan yang memiliki sejarah panjang di kawasan Senayan. Eksekusi lahan pada Juni 2026 pun menandai babak terbaru dalam perjalanan hotel yang telah menjadi bagian dari lanskap Jakarta selama beberapa generasi.