Menteri ESDM Buka Peluang Revisi Harga DMO Batu Bara PLN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan peluang revisi harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) bagi PT PLN.
Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).
>>> Kurs Rupiah Menguat ke Rp17.710 Setelah BI Naikkan Suku Bunga
Penyesuaian harga dipertimbangkan karena biaya operasional penambangan batu bara saat ini meningkat 8 hingga 12 persen.
Lonjakan tersebut dinilai mulai membebani para pengusaha tambang.
"Jadi kita juga harus bijaksana agar teman-teman pengusaha juga jangan dibeli dengan harga yang sangat murah. Kalau beli harganya rugi enggak mungkin juga," ujar Bahlil.
Kementerian ESDM saat ini tengah menghitung dampak penyesuaian regulasi tersebut.
Evaluasi dilakukan agar kebijakan baru tidak merugikan PLN maupun perusahaan tambang.
"Lagi kita menghitung plus minus agar PLN-nya juga tidak dirugikan, tapi pengusahanya juga tidak dirugikan," terang Bahlil.
>>> 24 Miliar Data Sensitif Bocor di Server Elasticsearch Publik
Tim Pengadaan Pasokan Batu Bara Dibentuk
Selain rencana revisi harga, Menteri ESDM telah membentuk tim pengadaan pasokan batu bara untuk PLN.
Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala pasokan batu bara berkalori sedang.
Tim tersebut melibatkan PLN, Inspektur Jenderal (Irjen), Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Supaya apa? Kita mau ingin tahu agar tidak ada masalah di teknis.
Jangan barang udah ada, ESDM sudah memberikan penugasan kepada PLN, tapi kalau tidak dieksekusi kan nggak nyampe di powerplant," kata Bahlil.
>>> PT Surveyor Indonesia Perkuat Keandalan Rantai Pasok Energi Nasional
Ia menambahkan bahwa kolaborasi, kerja sama, dan transparansi termasuk harga sangat dibutuhkan.
Update Terbaru
HIPMI Jakarta Selatan Sukses Gelar Musawarah Fest, Perkuat UMKM
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
IADO Awasi Seleksi Nasional Angkat Besi Menuju Asian Games 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
PBB: Jumlah Anak Korban Konflik 2025 Capai Rekor Tertinggi
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Ekonom: Kopdes Harus Salurkan Pinjaman Cepat untuk Saingi Rentenir
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
UMSU dan UniSZA Malaysia Jalin Kerja Sama Internasional
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Bioskop Trans TV Tayangkan Film Pixels Malam Ini
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Kenaikan BI Rate Berpotensi Dongkrak Yield Obligasi Pemerintah dan Korporasi
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Stuffcool Nido: Powerbank 10.000mAh dengan Sertifikasi Qi2.2 dan Kabel USB-C Bawaan
Kamis / 18-06-2026, 16:41 WIB
Amazon Prime Day 2026 di India Digelar 4-6 Juli
Kamis / 18-06-2026, 16:41 WIB
Lima Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Beracun di Pantai Sepanjang Gunungkidul
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Kemenag Gelar Gerakan Verifikasi Arah Kiblat Nasional Juli 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS Jelang Sentimen Ekonomi
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Ketrosden Triasmitra dan Ekamas Mora Republik Resmi Operasikan SKKL Rising 8
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB






