Jumlah anak yang menjadi korban pelanggaran berat dalam konflik bersenjata pada 2025 mencapai rekor tertinggi sejak mandat PBB mengenai anak dan konflik bersenjata dimulai 30 tahun lalu.

PBB memverifikasi 38.558 pelanggaran berat terhadap anak-anak pada 2025, yang berdampak pada 24.174 anak, menurut laporan tahunan Sekretaris Jenderal PBB yang dirilis Rabu (17/6).

>>> Ekonom: Kopdes Harus Salurkan Pinjaman Cepat untuk Saingi Rentenir

Untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, pasukan pemerintah menjadi pelaku utama pelanggaran berat terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata.

Pembunuhan (6.266 anak) dan pelukaan yang menyebabkan cacat (7.958 anak) tetap menjadi pelanggaran paling banyak terverifikasi.

Kasus pembunuhan meningkat 34 persen dibandingkan 2024.

Pelanggaran lainnya meliputi penolakan akses kemanusiaan (8.322 insiden) serta perekrutan dan pemanfaatan anak (6.607 anak).

Penculikan anak masih tinggi dengan 5.129 kasus, sering untuk perekrutan atau kekerasan seksual.

Pemerkosaan dan kekerasan seksual lainnya terus terjadi, dengan pemerkosaan berkelompok yang digunakan sebagai taktik perang semakin meningkat.

>>> UMSU dan UniSZA Malaysia Jalin Kerja Sama Internasional

Ranjau darat dan sisa bahan peledak perang juga masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak.

Laporan tersebut menekankan bahwa angka-angka itu hanya mencakup kasus yang terverifikasi PBB, sehingga tidak mewakili skala pelanggaran secara keseluruhan.

Vanessa Frazier, perwakilan khusus Sekjen PBB untuk anak-anak dan konflik bersenjata, menyebut 2025 sebagai salah satu babak paling kelam bagi perlindungan anak sejak pemantauan dimulai.

"Ketika negara-negara yang berkewajiban melindungi anak justru ikut andil dalam penderitaan mereka, hal itu menandakan pengikisan rasa hormat terhadap hukum internasional," kata Frazier dalam siaran pers.

Sebanyak 1.667 anak ditahan pada 2025 atas dugaan keterlibatan dengan pihak berkonflik. Frazier menegaskan anak-anak harus diperlakukan sebagai korban, penahanan sebagai langkah terakhir, dan reintegrasi harus diutamakan.

>>> Bioskop Trans TV Tayangkan Film Pixels Malam Ini

Tahun ini menandai 30 tahun mandat Majelis Umum PBB mengenai anak-anak dan konflik bersenjata.