NASA secara resmi menunjuk Relativity Space untuk menjalankan misi penerbangan ilmiah menuju Planet Mars. Pengumuman tersebut disampaikan pada Selasa, 16 Juni 2026 waktu setempat.

Kemitraan ini diproyeksikan akan memicu persaingan baru dalam perlombaan menuju Mars, terutama dengan SpaceX milik Elon Musk.

>>> Huawei Siap Luncurkan MatePad Mini, Tablet Tertipis di Dunia

Informasi mengenai kesepakatan ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg Technoz yang mengutip TechCrunch pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam kontrak tersebut, Relativity Space bertanggung jawab penuh atas pembangunan wahana antariksa, penyediaan infrastruktur, dan sistem transportasi peluncuran.

Sementara itu, NASA akan fokus pada pengembangan instrumen dan aspek ilmiah misi.

>>> Pemprov Jateng Sediakan Kuota Sekolah Swasta Gratis bagi Warga Miskin

Skema kemitraan pemerintah dan swasta ini mengadopsi model yang pernah diterapkan NASA bersama SpaceX untuk pengiriman kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Pendekatan ini bertujuan memangkas biaya operasional dan mempercepat inovasi teknologi.

Relativity Space saat ini tengah memacu perakitan roket Terran R yang ditargetkan menjalani penerbangan perdana pada akhir tahun 2026.

>>> Kesepakatan AS-Iran Buka Aliran Puluhan Juta Barel Minyak ke Asia

Perusahaan yang dipimpin mantan CEO Google Eric Schmidt ini berpotensi mendahului SpaceX dalam misi ilmiah Mars yang didukung pemerintah AS.