Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawal progres pengembangan teknologi biosimilar serta ekspansi ekspor pangan olahan di Sidoarjo melalui kegiatan monitoring dan evaluasi.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan kunjungannya ke PT Bernofarm dan PT Sekar Laut Tbk menunjukkan komitmen dalam menjalankan fungsi perlindungan berlapis bagi masyarakat.

>>> SPPG Tidak Terima Insentif Selama Libur Sekolah

BPOM juga bertindak sebagai enabler yang mengawal kemandirian farmasi dan ketahanan pangan nasional di pasar global.

Sertifikat CPOB untuk Biosimilar PT Bernofarm

BPOM telah menerbitkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bagi fasilitas drug substance dan drug product produk uji klinik biosimilar PT Bernofarm.

Taruna menegaskan pengawasan ketat dari pre-market hingga post-market merupakan bentuk tanggung jawab regulator dalam melindungi masyarakat.

"Tugas kami memastikan semua prosedur standar terjalankan. Pengawasan ini bukan untuk mempersulit, tetapi untuk melindungi," ujarnya.

Presiden Direktur PT Bernofarm Haryanto Poedjianto mengapresiasi pendampingan proaktif BPOM yang kini berstatus WHO-Listed Authority (WLA) sebagai "paspor emas" ekspor.

Ia bersyukur telah mendapatkan sertifikat CPOB produk biosimilar untuk skala uji klinik bulan lalu.

>>> Menbud: Market Share Film Domestik Capai 67 Persen

Inspeksi Pabrik Pangan PT Sekar Laut Tbk

Selanjutnya, BPOM meninjau pabrik pangan olahan PT Sekar Laut Tbk, produsen kerupuk dengan kapasitas produksi 25 ton per hari.

Perusahaan telah mengantongi 9 sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB).

Taruna menjelaskan industri pangan ini telah mengekspor ke lebih dari 30 negara dan meraih persetujuan dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) sejak Agustus 2025.

BPOM menginspeksi langsung seluruh lini produksi untuk memastikan tidak ada celah kontaminasi fisik maupun kimia berbahaya.

Senior Manager PT Sekar Laut Tbk Bambang menyambut positif transformasi pelayanan BPOM yang serba digital, transparan, dan berbasis sains.

Ia menilai transformasi ini memotong jalur birokrasi dan mempermudah pelaku usaha.

>>> Gunakan Alibi Salah Transfer, Mahasiswi Unair Akui Pakai Dana KIP-K Rp 103 Juta untuk Kepentingan Pribadi

Melalui rangkaian kunjungan ini, BPOM membuktikan pengawasan ketat berstandar internasional mampu menyinergikan perlindungan kesehatan masyarakat dengan penguatan ekonomi nasional.