Bank Indonesia (BI) mendorong pemerintah untuk meningkatkan ekspor komoditas guna memanfaatkan momentum harga komoditas global yang masih tinggi.

Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 Juni 2026.

>>> Ketahui Waktu Tepat Menggunakan Face Mist Agar Kulit Lembap dan Makeup Natural

"Dari sisi eksternal, ekspor perlu terus didorong untuk memanfaatkan tingginya harga komoditas dunia, di tengah melambatnya prospek pertumbuhan ekonomi global," ujar Perry.

Konsumsi Domestik Tetap Kuat

Di sisi domestik, perekonomian Indonesia dinilai tetap terjaga berkat permintaan dalam negeri yang kuat.

Konsumsi pemerintah tumbuh tinggi didorong realisasi program prioritas dan belanja negara, termasuk bantuan sosial dan gaji ke-13.

>>> Demonstrasi Mahasiswa Tutup Sejumlah Jalan di Jakarta, Polisi Kerahkan 4.576 Personel

Daya beli rumah tangga juga tetap kuat berkat akselerasi belanja negara dan indeks keyakinan konsumen yang positif.

Indikator investasi menunjukkan perbaikan, tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang berada di zona ekspansi berkat proyek infrastruktur pemerintah.

>>> Bank Indonesia Catat Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen pada Mei 2026

Ke depan, BI menyatakan berbagai program stimulus pemerintah akan terus dioptimalkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan dari permintaan domestik.