Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan nasional mencapai 11,51 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 9,98 persen.

>>> Umat Hindu Rayakan Galungan dengan Ragam Hidangan Tradisional Penuh Makna

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan data tersebut dalam Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, akselerasi ini didorong oleh tiga sektor utama.

Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 21,95 persen. Disusul kredit modal kerja yang tumbuh 8,09 persen, dan kredit konsumsi sebesar 5,89 persen.

Prospek dan Stabilitas Perbankan

BI optimistis tren positif ini berlanjut hingga akhir tahun. Perry menyebutkan perkiraan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga di kisaran 8-12 persen.

Potensi ekspansi didukung oleh fasilitas pinjaman yang belum ditarik (undisbursed loan) sebesar Rp2.576 triliun, atau 22,41 persen dari total plafon.

>>> Brawijaya Hospital Luncurkan Pusat Layanan Terapi Stem Cell

Likuiditas perbankan juga memadai dengan rasio AL/DPK di level 24,74 persen.

Suku bunga kredit tercatat 8,72 persen, sementara suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,26 persen. Struktur suku bunga yang kondusif turut mendorong intermediasi perbankan.

Ketahanan industri perbankan nasional tetap solid.

Rasio kecukupan modal (CAR) per April 2026 mencapai 23,97 persen, dan rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 2,17 persen bruto serta 0,84 persen neto.

>>> 5 AI Tercerdas Juni 2026: Skor IQ Tertinggi Versi Tracking AI

Hasil uji ketahanan (stress test) menunjukkan perbankan nasional mampu menghadapi dampak konflik global. Perry menegaskan kapasitas pembayaran dan profitabilitas korporasi yang sehat menjadi penopang utama.