Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, menjadi sasaran kritik tajam dari sejumlah pengamat sepak bola setelah tampil tanpa kontribusi maksimal dalam laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Houston, Amerika Serikat, pada Rabu (17/6/2026) itu berakhir imbang 1-1.

>>> China Rilis Buku Putih Reformasi Tata Kelola Global untuk Isu Baru

Gol awal Joao Neves pada menit keenam dibalas oleh penyerang Kongo, Yoane Wissa, sebelum babak pertama usai.

Menurut data Opta yang dilansir sport. detik.

com, Ronaldo mencatatkan statistik minor tanpa gol, assist, maupun tembakan tepat sasaran. Catatan itu memperpanjang rekor mandulnya menjadi 10 laga kompetitif bersama tim nasional.

Kritik dari Gael Clichy

Mantan pemain Timnas Prancis, Gael Clichy, menilai kehadiran Ronaldo yang berusia 41 tahun justru membuat skema permainan Portugal menjadi tidak wajar dan terlalu berfokus pada satu sosok.

"Kita sudah mengatakan di awal pertandingan bahwa Cristiano Ronaldo akan membantu para pemain muda karena karakternya, karena pengalamannya, tetapi terkadang secara tidak sadar pemain-pemain seperti itu bisa terlalu menyita sorotan," kata Clichy seperti dikabarkan BBC.

Clichy menambahkan bahwa Portugal sebenarnya memiliki opsi penyerang lain seperti Goncalo Ramos dan Goncalo Guedes yang bisa membuat permainan lebih dinamis di lini tengah apabila Ronaldo diistirahatkan.

"Ketika Anda menarik mereka keluar, Anda bisa melihat para pemain lain mulai berani mengambil tanggung jawab.

Di sinilah keputusan manajer menjadi penting, karena selama 90 menit kita terus bertanya-tanya apakah dia akan menariknya keluar, karena kita tahu dia selalu punya potensi mencetak gol," ujarnya.

Penilaian tersebut didasari oleh kecenderungan para pemain Portugal yang dipaksa mengalirkan bola ke area sayap hanya untuk menjangkau keberadaan Ronaldo di kotak penalti.