Bank Indonesia melaporkan nilai transaksi QRIS pada Mei 2026 tumbuh 95,1 persen secara tahunan (yoy).

Angka ini menunjukkan perlambatan dibandingkan pertumbuhan tiga digit pada kuartal I 2026 yang mencapai 116 persen.

>>> Samsat Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Buka Layanan Pemutihan Pajak

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pengguna dan merchant menjadi faktor utama pendorong kinerja positif tersebut.

Skala akseptasi pembayaran digital yang semakin luas turut menopang realisasi volume transaksi pembayaran digital secara keseluruhan.

Tercatat volume transaksi digital mencapai 5,22 miliar transaksi, melonjak 28,14 persen (yoy).

>>> Guru Siapkan Catatan Rapor Berisi Kata Motivasi untuk Siswa Naik Kelas

Kinerja Saluran Pembayaran Lain

Volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing mencatatkan ekspansi sebesar 26,16 persen (yoy) dan 15,51 persen (yoy).

Sementara itu, infrastruktur ritel BI-FAST memproses 518 juta transaksi dengan nilai akumulasi Rp1.265 triliun.

Untuk kategori nilai besar, BI-RTGS melayani 0,78 juta transaksi atau tumbuh 1,98 persen (yoy) dengan nilai nominal Rp15.618 triliun, naik 8,08 persen (yoy).

Aspek pengelolaan uang rupiah mencatat jumlah uang kartal yang diedarkan tumbuh 15,80 persen (yoy) hingga mencapai Rp1.324 triliun.

>>> IDI: Putusan Hukum dr Ratna Setia Asih Ancam Layanan Medis

Perry Warjiyo menegaskan bahwa pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Mei 2026 tetap tinggi, didukung oleh sistem pembayaran yang andal.