Mengenal Bahaya Merkuri dan Ciri Fisik Kosmetik Ilegal
Keinginan mendapatkan kulit cerah secara instan sering dimanfaatkan produsen kosmetik ilegal dengan menambahkan merkuri (Hg).
Padahal, logam berat beracun ini dilarang keras dalam produk kosmetik karena membahayakan kesehatan kulit dan tubuh.
>>> Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2, Motor Adventure dengan Mesin V2 890 cc
Produk berbahaya ini biasanya dipasarkan sebagai krim pemutih, perawatan jerawat, atau kosmetik antipenuaan. Efek awal memang membuat kulit putih dalam waktu singkat, sehingga banyak konsumen tergoda.
Namun, penggunaan jangka panjang justru memicu iritasi dan kerusakan kulit parah. Oleh karena itu, penting mengenali karakteristik fisik kosmetik yang diduga mengandung merkuri.
Ciri Fisik Kosmetik Mengandung Merkuri
Menurut Dr. Patricia Lukas Goentoro, produk dengan merkuri biasanya berwarna abu-abu atau krem. Namun, tidak semua kosmetik dengan warna tersebut otomatis berbahaya.
Tanda paling sering adalah tekstur krim yang lengket dan tidak tercampur rata. Saat diaplikasikan, terasa kasar di kulit dan sulit menyerap.
Aromanya cenderung menyengat seperti logam atau bahan kimia kuat. Meski produsen menambahkan parfum, bau khas kimia tetap tercium saat kemasan dibuka.
>>> ShopeePay Bagikan Ide Liburan Sekolah Hemat di Rumah
Secara tampilan, warnanya tidak alami dan mencolok, seperti kuning terang, abu-abu, atau putih mengilap. Produk ini biasanya menjanjikan kulit putih dalam hitungan hari.
Efek Kerusakan dan Legalitas
Penggunaan kosmetik ilegal memicu dampak negatif pada wajah. Kulit tampak pucat dan tidak natural, bukan sehat bercahaya.
Pemakaian terus-menerus menyebabkan lapisan kulit menipis, sehingga pembuluh darah kapiler terlihat lebih jelas. Sebagian besar produk ini beredar tanpa izin BPOM.
Konsumen harus memeriksa legalitas produk sebelum membeli. Kandungan merkuri sering disamarkan dengan nama seperti mercurous chloride, calomel, mercuric, atau mercurio.
>>> Raul Gonzalez: Indonesia Punya Peluang Tampil di Piala Dunia
Hindari produk jika menemukan istilah tersebut dalam komposisi.
Update Terbaru
Okupansi KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Capai 97,5 Persen
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
Zidane Kartu Merah, Italia Juara Piala Dunia 2006
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
SPBU Swasta Mulai Jual Bensin Kembali Pascapemulihan Pasokan
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
Lirik Wonderwall Oasis Kembali Ramai Usai Diputar saat Timnas Inggris Berhasil Kalahkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:37 WIB
Rekor Baru, 3.623 Orang Terjebak di Pegunungan Jepang pada 2025
Kamis / 18-06-2026, 18:36 WIB
Mentan: Infrastruktur Diperkuat untuk Mitigasi El Nino Godzilla
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Masyarakat Makin Peduli Kualitas Air Minum untuk Kesehatan
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Enesis Group Raih Lima Penghargaan HR Asia Awards 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
OpenAI Luncurkan Pusat Informasi Sepak Bola Terpadu Lewat ChatGPT
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Chery Resmikan Nama Stockman untuk Pikap PHEV Terbaru
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
NO SENSOR! Video Viral Mahasiswa Unair di Ruang Kelas 2 Menit 31 Detik, Kampus Masih Lakukan Pemeriksaan
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Richard Lee Tegaskan Status Mualaf di Sidang PN Tangerang
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Pacific Universal Mulai Tender Offer Saham MAPI Rp12,6 Triliun
Kamis / 18-06-2026, 18:33 WIB






