Merkuri atau air raksa dikenal sebagai logam paling unik karena tetap berbentuk cair pada suhu kamar.

Unsur ini memiliki titik leleh sangat rendah, mencapai minus 38,8 derajat Celsius.

>>> Bupati Sleman Siapkan Lahan 12 Hektare untuk Training Ground PSS

Karakteristik ini menjadikan merkuri sebagai satu dari hanya dua unsur yang mampu berada dalam fase cair pada suhu kamar.

Fenomena fisik tersebut telah lama menarik perhatian para ilmuwan.

Ikatan Logam yang Lemah

Para ahli kimia menjelaskan bahwa kekuatan ikatan antaratom sangat memengaruhi titik leleh suatu logam. Semakin kuat ikatan, semakin tinggi suhu yang diperlukan untuk melelehkan logam.

Struktur logam umumnya tersusun atas ion bermuatan positif dan lautan elektron bebas melalui ikatan logam. Daya tarik elektrostatik ini menjaga struktur logam tetap kuat dan padat.

Merkuri memiliki konfigurasi elektron yang berbeda sebagai anggota golongan 12 pada tabel periodik. Elektron-elektronnya menjadi lebih stabil dan tidak mudah terdelokalisasi karena subkulit elektron terisi penuh.

"Ketika subkulit penuh, elektron menjadi lebih stabil dan cenderung tidak terdelokalisasi, dan ini membuat merkuri sangat enggan untuk berbagi elektronnya," ujar Zoe Ashbridge, dosen senior bidang kimia di Kementerian Pertahanan Inggris.

Akibatnya, ikatan logam pada merkuri menjadi jauh lebih lemah dibandingkan logam lain. Para ilmuwan sempat memperkirakan titik leleh merkuri seharusnya sekitar 130 derajat Celsius berdasarkan tren tabel periodik.

Peran Efek Relativistik

Peter Schwerdtfeger, fisikawan kuantum dari Universitas Massey Selandia Baru, menjelaskan bahwa penyebab utama merkuri berbentuk cair berasal dari efek relativistik.

Elektron mengalami tarikan inti atom yang sangat kuat pada unsur berat di bagian bawah tabel periodik.