Rencana pembangunan pusat latihan mandiri milik PSS Sleman kini menunjukkan perkembangan positif.

Kepastian itu muncul setelah Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengadakan pertemuan langsung dengan pemilik PSS Sleman, Agus Projosasmito.

>>> Kaka Optimistis Carlo Ancelotti Bawa Brasil Bangkit di Piala Dunia 2026

Harda mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat bertatap muka langsung dengan pemilik klub berjuluk Super Elang Jawa tersebut.

Pertemuan ini memberikan kejelasan bagi pemerintah daerah mengenai besarnya komitmen Agus Projosasmito dalam mengelola PSS Sleman.

"Beberapa tahun beliau berkiprah di PSS, baru kali ini bisa bertemu. Saya bersyukur karena saya tahu persis komitmen Pak Agus Projo untuk PSS.

Selama ini kita semuanya baru menduga-duga, kabar-kabari karena belum pernah ketemu," kata Harda.

"Beliau buta sepak bola, hanya karena kecintaan sepak bola dan kecintaan pada PSS karena sejarahnya sehingga beliau mau mengelola PSS," lanjut Harda.

Pusat latihan baru untuk PSS Sleman direncanakan tidak hanya untuk kepentingan internal tim, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat sekitar.

Fasilitas olahraga terpadu ini akan dibangun di wilayah Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Guna menyokong proyek olahraga tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyediakan area lahan seluas sekitar 12 hektare.

>>> Semen Padang Siap Hadapi Liga 2 2026/2027 sebagai Tim Musafir

"Bahkan sampai akan mendirikan semacam satu pusat olahraga untuk latihan, untuk apa pun, bahkan daerah bisa untuk nanti ikut nimbrung di situ.

Di Bimomartani, mudah-mudahan nanti bisa terwujud," ungkap Harda.

"Kami, pemerintah daerah menyediakan lahan dan Alhamdulillah sudah kami urus sampai ke kementerian. Mudah-mudahan dimudahkan, sekitar 12 hektare.

Kalau daerah bisa menyelesaikan tanah itu secepatnya, secepat dibangun. Jangan pernah ragukan duitnya Pak Agus Projo," imbuhnya.

Rencana Besar Melalui Project Unity

Sebelumnya manajemen klub melalui Direktur PSS, Yoni Arseto, sempat memaparkan agenda strategis yang dinamakan Project Unity.

Agenda besar tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur tempat latihan sebagai prioritas utama pergerakan tim.

Rancangan makro dari proyek ini juga sempat dipamerkan kepada para pendukung melalui Mini Museum 50 Tahun PSS di Stadion Maguwoharjo.

Berdasarkan cetak biru yang ada, Project Unity akan mengintegrasikan tiga lapangan sepak bola, pemukiman pemain, gedung olahraga, hingga pusat e-sport.

>>> Cek Status Desil Bansos Lewat HP, Kemensos Sediakan Dua Jalur Resmi

Kompleks olahraga ini nantinya juga dilengkapi dengan distrik komersial, plaza, tempat ibadah, kantor manajemen, serta ruang parkir kendaraan berkapasitas besar.