Hal ini memicu elektron bergerak mendekati kecepatan cahaya, sehingga hukum fisika klasik tidak lagi cukup untuk menjelaskan perilakunya.

>>> Kaka Optimistis Carlo Ancelotti Bawa Brasil Bangkit di Piala Dunia 2026

Fenomena kuantum ini dikenal sebagai efek relativistik.

"Efek relativistik menjadi sangat penting untuk unsur-unsur golongan 11 dan 12, tempat emas dan merkuri berada," katanya kepada Live Science.

Efek ini menyebabkan kulit terluar atom merkuri menyusut hingga sekitar 20%.

Penyusutan tersebut mengurangi kemampuan elektron untuk bergerak bebas dan membentuk ikatan yang kuat, sehingga titik leleh merkuri turun drastis.

Simulasi Modern

Para ilmuwan menghadapi tantangan besar dalam menjelaskan fenomena ini melalui simulasi komputer.

Persamaan Schrödinger yang biasa digunakan dalam mekanika kuantum tidak mampu menggambarkan perilaku elektron yang bergerak sangat cepat.

"Persamaan Schrödinger yang biasanya menggambarkan kemungkinan posisi partikel seperti elektron tidak memenuhi prinsip relativitas Albert Einstein," jelas Schwerdtfeger.

Oleh karena itu, peneliti harus menggunakan persamaan Dirac yang jauh lebih kompleks dan membutuhkan kemampuan komputasi tinggi.

Kemajuan teknologi komputasi memungkinkan para ilmuwan membangun model yang mampu mensimulasikan proses peleburan merkuri secara akurat.

>>> Semen Padang Siap Hadapi Liga 2 2026/2027 sebagai Tim Musafir

"Dengan menggunakan apa yang kami sebut teori fungsional densitas, kami dapat menetapkan bahwa titik leleh diturunkan lebih dari 200 derajat Celcius oleh efek relativistik," katanya.