Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, optimistis produksi padi tahun ini bisa mencapai 500.000 ton gabah kering panen (GKP).

Angka tersebut jauh melampaui target awal sebesar 321.000 ton GKP.

>>> Wapres Gibran Ajak Orang Tua Murid dan Pesantren Terlibat dalam Program MBG

Optimisme ini didorong oleh inovasi pupuk organik cair yang terbuat dari limbah rumah tangga.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyatakan, hasil ubinan di lahan percontohan menunjukkan produktivitas mencapai 9,1 ton gabah per hektare.

Angka itu meningkat signifikan dibandingkan produktivitas sebelumnya yang hanya 7,3 ton per hektare.

"Ini luar biasa," ujar Bupati Rio usai panen padi di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, Kamis.

>>> Mumbai Hentikan Pasokan Air untuk Kolam Renang dan Konstruksi

Peran Komunitas Peduli Sampah

Bupati mengapresiasi komunitas peduli sampah Situbondo yang terus berinovasi membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga.

Inovasi ini dinilai berhasil meningkatkan produktivitas tanaman padi sekaligus menekan biaya produksi.

Rio mendorong agar inovasi ini dikembangkan dan ditiru oleh petani di kecamatan lain. Ia juga meminta komunitas tersebut segera melengkapi izin usaha agar bisa menjangkau pasar lebih luas.

"Jangan berhenti sampai di sini, lengkapi izinnya, kolaborasi dengan komunitas lainnya, salah satunya komunitas kampus," kata Bupati.

>>> Kinerja CMRY Kuartal III-2026 Diproyeksi Tumbuh Positif di Tengah Tekanan Biaya

Ia menegaskan, pupuk organik cair ini sudah terbukti mampu menaikkan produksi padi secara nyata.