Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh bersama TNI Angkatan Laut mengedarkan uang rupiah sebesar Rp5 miliar ke lima daerah kepulauan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Aceh.

Plh Kepala KPwBI Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan jumlah tersebut naik 25 persen dibandingkan tahun 2025 lalu.

>>> Kementerian Wajibkan Sertifikasi Agen Asuransi Jiwa Mulai 1 Juli 2026

Pelepasan ekspedisi rupiah berdaulat dilakukan di Sabang pada Kamis (18/6/2026) menggunakan kapal perang KRI-Tuna 876.

Ekspedisi berlangsung dari 18 hingga 24 Juni 2026 dengan sasaran Pulau Weh Sabang, Pulau Nasi dan Breuh (Aceh Besar), Pulau Banyak (Aceh Singkil), dan Pulau Simeulue.

Total jarak tempuh mencapai sekitar 695 mil laut.

Sinergi BI dan TNI AL

Hertha menjelaskan, Bank Indonesia memiliki amanat mengelola uang rupiah, termasuk pengedaran ke seluruh wilayah NKRI.

TNI AL menjadi mitra strategis karena memiliki armada yang mampu menjangkau pelosok tanah air.

>>> Chelsea Dekati Lima Pemain Real Madrid untuk Perkuat Skuad

Sejak 2012 hingga 2025, BI dan TNI AL telah melaksanakan 150 kali kas keliling ke daerah 3T dan mengunjungi 766 pulau di 18 provinsi.

Tahun ini, kegiatan diperluas menjadi 19 kali di 19 provinsi dengan target 97 pulau.

Ekspedisi kali ini merupakan kegiatan ke-10 pada 2026.

Selain mengedarkan uang, BI juga menarik uang lusuh dan memberikan edukasi cinta, bangga, dan paham rupiah kepada masyarakat.

Komandan Pangkalan TNI AL Sabang, Kolonel Laut (P) Sadimin, menegaskan tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang pembangunan.

>>> Rupiah Menguat ke 17.735 per Dolar AS pada Perdagangan Hari Ini

Ia menekankan pentingnya sinergi antara BI dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan bangsa dari sisi pertahanan dan ekonomi.