Perbanas Dorong Revitalisasi Model Bisnis UMKM untuk Tingkatkan Kredit
Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) menilai model bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu direvitalisasi untuk mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi nasional.
Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi mengatakan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi harus diperkuat agar kontribusinya meningkat. Hal itu disampaikan di Jakarta, Kamis.
>>> Dishub DKI Sediakan 8 Kantong Parkir untuk Haul Akbar Ulama Betawi di Monas
Perbanas meluncurkan UMKM center untuk melakukan pendampingan berkelanjutan. Harapannya, pelaku UMKM tidak hanya tumbuh dan berkembang, tetapi juga naik kelas.
Menurut Hery, pertumbuhan UMKM akan berdampak nyata pada perekonomian dan pembukaan lapangan kerja.
Berdasarkan survei awal dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan, Perbanas menyusun sejumlah rekomendasi. Salah satunya adalah revitalisasi model bisnis UMKM.
Data penelitian Perbanas menunjukkan 88 persen UMKM informal tidak mengakses kredit perbankan. Mereka lebih memilih menggunakan dana pribadi.
Chief Economist Perbanas Winang Budoyo menyampaikan pertumbuhan kredit UMKM melemah sejak akhir 2022 dan masuk zona negatif pada akhir 2025.
Hingga Februari 2026, kredit UMKM masih terkontraksi sekitar 0,47 persen secara tahunan.
Pelemahan ini berbeda dari tren kredit perbankan secara umum, terutama kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi yang masih tumbuh.
Dari wawancara tatap muka, Perbanas menemukan rendahnya permintaan kredit berkaitan dengan karakteristik UMKM yang masih sangat pemilik sentris.
Banyak UMKM mengandalkan pembiayaan pribadi, beroperasi dalam skala ultramikro atau mikro dengan 1-4 karyawan, menggunakan tenaga kerja keluarga, dan belum memisahkan keuangan usaha dengan rumah tangga.
>>> Profil Hotel Sultan, Hotel Berusia Hampir 50 Tahun di Jakarta yang Kini Dieksekusi
Kajian juga menemukan perbedaan kebutuhan pembiayaan antara UMKM formal dan informal. Pada UMKM formal, kredit bank lebih berperan sebagai penopang operasional dan modal kerja.
Update Terbaru
Kemen UMKM Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan SAPA untuk Program Strategis
Kamis / 18-06-2026, 19:12 WIB
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 di Prambanan, Diikuti 10.200 Pelari
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
IDAI Soroti Kejanggalan Kasus Hukum Dokter Anak di Pangkalpinang
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026 Usai Proyek SKKL Rampung
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Timnas Jerman Targetkan Kemenangan Lawan Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Ketrosden Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Polisi New York Siaga Cegah Lonjakan Perdagangan Seks di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
BPOM Terbitkan Aturan Baru Sertifikasi Kosmetik untuk Permudah Izin
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
BI Turunkan Batas Pembelian Dolar AS Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Wamendagri: SE Nobar Piala Dunia Dorong Ekonomi Daerah
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
DPR Ajak UMKM Perempuan Riau Perkuat Empat Pilar Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
BI Batasi Pembelian Dolar AS Tanpa Dokumen Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB






