Aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung di tiga lokasi strategis di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).

Peristiwa ini mengakibatkan penutupan sejumlah ruas jalan dan potensi kepadatan lalu lintas yang tinggi.

>>> Bank Indonesia Catat Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen pada Mei 2026

Para pekerja yang hendak pulang kantor disarankan untuk memeriksa rute alternatif guna menghindari kemacetan di jalur utama.

Dampak kepadatan lalu lintas ini diperkirakan bisa bertahan hingga malam hari jika pengendara tetap memaksakan melewati rute protokol.

Aparat kepolisian telah mengerahkan 4.576 personel untuk mengendalikan situasi dan mengantisipasi penumpukan kendaraan. Kendati demikian, intervensi tersebut dinilai belum cukup untuk mengurai potensi kepadatan.

Rute Alternatif dari Selatan ke Pusat

Bagi masyarakat yang bergerak dari wilayah Selatan menuju Jakarta Pusat seperti Gambir, Pasar Baru, atau Gunung Sahari, disarankan untuk menghindari kawasan Sudirman-Thamrin.

Pengendara dapat mengalihkan rute perjalanan melalui tiga pilihan jalur.

Pilihan pertama adalah melalui Jalan Gatot Subroto menuju Jalan MT Haryono, Cikini, lalu berakhir di Salemba.

Pilihan kedua memanfaatkan Jalan HR Rasuna Said melewati Jalan Prof Dr Satrio, Casablanca, hingga Menteng. Opsi ketiga dapat menggunakan Jalan HR Rasuna Said menuju Jalan Diponegoro dan Salemba.

Masyarakat yang mengarah ke Gambir dan Pasar Baru dapat menempuh jalur Tomang menuju Harmoni, Juanda, dan Pasar Baru.

Rute lain yang tersedia adalah melalui Slipi, Palmerah, Pejompongan, hingga Senen, atau melalui Tomang menuju S Parman dan Gunung Sahari.

Untuk tujuan Menteng dan Cikini, pengendara bisa melintasi wilayah Slipi, Palmerah, Tanah Abang, lalu ke Kebon Sirih.

Pilihan rute lainnya adalah dari arah Tomang melewati Abdul Muis dan Juanda sebelum menuju Cikini.