Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hal itu disampaikan Gibran saat berdialog dengan wali murid dan masyarakat di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis.

>>> ITDC Pastikan Sirkuit Mandalika Sesuai Standar FIM Jelang MotoGP 2026

"MBG akan lebih tepat sasaran jika difokuskan di area 3T," kata Gibran.

Menurut dia, wilayah seperti Desa Niowula yang jauh dari pusat perkotaan merupakan daerah yang paling membutuhkan program tersebut.

Pemerintah akan mempercepat berbagai proses pendukung agar MBG segera berjalan. Gibran mengatakan dapur MBG yang telah siap dibangun perlu segera memperoleh perizinan dan uji kelayakan.

"Area-area yang seperti ini itu justru yang paling membutuhkan MBG. Makanya tadi kalau dapurnya sudah siap, ya ini otomatis harus kita percepat perizinannya," ujar Wapres.

Dalam dialog itu, Gibran menerima informasi bahwa dapur MBG di Desa Niowula telah selesai dibangun, namun masih menunggu inspeksi dan uji kelayakan dari pemerintah pusat.

Tata Kelola dan Pengawasan

Gibran mengakui MBG masih menghadapi sejumlah tantangan yang memerlukan pembenahan, terutama dari sisi tata kelola dan pengawasan.

"Saya sadar MBG ini masih banyak kekurangannya. Ini memang ke depan harus lebih banyak lagi perbaikan.

Tata kelolanya diperbaiki biar lebih efisien, jangan lagi ada pengadaan-pengadaan barang yang tidak sesuai, dan yang paling penting praktik-praktik korupsinya harus dihilangkan," jelasnya.

Kepada awak media, Gibran mengatakan masa libur sekolah akan dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.

"Kemarin sudah disampaikan Bu Kepala BGN yang baru dan juga Bu Wakil Kepala BGN, kita ini sekarang ada jeda waktu libur sekolah.