Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam menyiapkan talenta unggul di sektor obat dan makanan.

Kepala BPOM Taruna menyampaikan hal tersebut dalam kuliah umum di Universitas Hayam Wuruk Perbanas (UHW Perbanas) dan Universitas Surabaya.

>>> Jennifer Lopez Alami Krisis Kesehatan Akibat Kelelahan di Awal Karier

Menurut Taruna, sektor obat dan makanan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, terutama di era digital.

Ia menyoroti tantangan Indonesia dalam meningkatkan daya saing global di tengah bonus demografi.

Pembangunan sumber daya manusia unggul, penguasaan iptek, dan transformasi digital menjadi kunci mencapai target pertumbuhan ekonomi dan visi Indonesia Emas 2045.

BPOM telah melakukan transformasi digital berkelanjutan melalui penguatan layanan publik berbasis teknologi, integrasi data, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).

Taruna menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah (academia-business-government/ABG) dalam membangun ekosistem inovasi.

Ekosistem ini diharapkan mampu menghasilkan talenta berdaya saing global dan mendukung pertumbuhan industri obat dan makanan nasional.

Rektor UHW Perbanas Lutfi berharap pendirian Fakultas Kedokteran dapat menyiapkan tenaga medis berdaya saing global.

Dalam kuliah umum di Universitas Surabaya, Taruna mengangkat tema hilirisasi inovasi sebagai fondasi menuju kemandirian nasional di bidang kesehatan.

Ia menekankan bahwa hasil penelitian harus dikawal hingga menjadi produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.

>>> Analis Prediksi Logam Mulia Berpotensi Menguat di Tengah Kebijakan The Fed

Indonesia memiliki modal besar berupa biodiversitas dan sumber daya manusia melimpah, namun tantangan seperti ketergantungan bahan baku impor dan kesenjangan riset-industri masih perlu diatasi.

Banyak inovasi gagal mencapai komersialisasi karena terjebak dalam fenomena valley of death.