BPOM hadir sebagai mitra yang mendampingi proses pengembangan inovasi melalui penguatan regulasi, asistensi, dan percepatan layanan registrasi produk.

Kemandirian obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing tidak bisa dicapai sendiri. Kampus, industri, dan regulator harus bersinergi dari penelitian hingga pasar.

Kegiatan di Universitas Surabaya juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala BPOM dan Rektor Universitas Surabaya Benny Lianto.

Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat pengawasan obat dan makanan, serta mendukung pembinaan pelaku usaha.

Implementasi MoU akan ditindaklanjuti melalui Implementing Agreement (IA) yang mengatur pelaksanaan program secara lebih rinci.

Melalui rangkaian kuliah umum ini, BPOM menegaskan komitmen memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam mencetak talenta unggul dan mempercepat hilirisasi hasil riset.

>>> Didit Hediprasetyo Kembali Temui Jokowi di Solo Usai Hadiri Kirab Suro

BPOM juga mendorong lahirnya inovasi obat dan makanan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.