Warga Pelalawan minta perawatan sekat kanal gambut berkelanjutan

Seorang pemilik kebun di kawasan gambut Desa Mendol, Kabupaten Pelalawan, Riau, Erwan (49), mendukung pembangunan sekat kanal oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Ia meminta pemerintah memastikan proyek tersebut dikelola secara berkelanjutan, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik.
>>> BPS: Jumlah Usaha di Jateng Capai 5 Juta Unit, Kontribusi 15,25 Persen Nasional
Menurut Erwan, perawatan rutin, penempatan petugas penjaga, dan perluasan jaringan kanal ke wilayah rawan kebakaran sangat diperlukan.
"Keberadaan sekat kanal dan pintu air sangat penting untuk menjaga kelembapan lahan gambut yang rentan terbakar.
Kami sangat mendukung dan berterima kasih atas pembangunan kanal ini, artinya pemerintah peduli dengan kami, tetapi jangan sekadar seremoni saja, ini perlu dilakukan secara berkelanjutan," katanya saat ditemui di kediamannya, Kamis.
Erwan menambahkan, jika perlu, jaringan kanal diperpanjang hingga Teluk Beringin agar berfungsi lebih efektif sebagai sistem pengendalian api.
Ia menegaskan kesiapan warga untuk bergotong royong mendukung program pemerintah, asalkan pembangunan dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
"Selama ini, kami sering bergotong royong dan mengeluarkan biaya sendiri secara sukarela untuk memperbaiki sarana pengendalian air ketika pembangunan belum tuntas.
Saya bikin kebun saya itu, empat kali menanamnya, tahun ini baru berhasil karena sebelumnya hangus oleh karhutla," paparnya.
>>> Marc Klok Pulihkan Cedera Jelang Pemusatan Latihan Timnas Indonesia
Fungsi sekat kanal dan rencana darurat
Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH/BPLH, Sigit Reliantoro, menjelaskan bahwa pembangunan sekat kanal untuk lahan gambut bertujuan melindungi kawasan hutan atau perkebunan masyarakat dari kebakaran.
"Karena lahan gambutnya mudah terbakar, dan di sini gambutnya dalam dan agak tinggi, maka desainnya menggunakan topografi.
Tidak bisa ditentukan berapa hektar yang mampu dicakup, tetapi dilihat dari topografinya.
Jika debit air turun, kita cegat di situ agar tetap menahan air, kemudian yang di bawah juga dicegat," ujarnya.
Sigit juga menyebutkan, sekat kanal berfungsi untuk keadaan darurat apabila hutan atau lahan mulai terbakar. Salah satu solusinya adalah pemasangan pompa.
"Kalau untuk emergency, kita punya pengalaman dipasang pompa.
>>> Erick Thohir Dorong MotoGP Mandalika 2026 Pacu Ekonomi Nasional
Nanti jika ada kebakaran, air dari sungai besar dikembalikan ke wilayah yang terbakar, dan ada pompa lagi untuk membasahi wilayah tersebut," kata Sigit.
Update Terbaru
Bakamla Siap Bangun Stasiun Pemantauan Maritim di DIY
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Lenovo: Guru Kunci Arahkan Siswa Gunakan AI secara Bertanggung Jawab
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Airlangga: Prabowo Tekankan Peran Himbara Dorong Perekonomian Nasional
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
5 Rekomendasi Smart TV Murah di Bawah Rp2 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Jemaah Haji Internasional Padati Gua Hira di Makkah
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Klaim Asuransi Kredit AAUI Tembus Rp 4,21 Triliun, Rasio Capai 102 Persen
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Teladan Metropolitan City Rally 2026 Siap Meriahkan HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Diperiksa sebagai Saksi Kasus Penipuan Hanania
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Shin Tae-yong Tetapkan Kriteria Skuad Persija Jakarta Musim 2026/2027
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Jadi Korban Penipuan Travel Haji Hanania Group
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Alberto Puig Tinggalkan Jabatan Team Manager Honda MotoGP Akhir Musim 2026
Kamis / 18-06-2026, 20:49 WIB
Chef Remy Sedayu Bagikan Strategi Bisnis Kuliner Berkelanjutan untuk UMKM
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
Jamintel: Aplikasi Jaga Desa Berhasil Tekan Kasus Hukum Kepala Desa
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
Tekan Populasi, KPKP Jakbar Sterilisasi Ratusan Kucing Jantan Lokal
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB






