Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengusulkan penambahan empat unit helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Usulan ini diajukan menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

>>> Kanada vs Qatar: Perburuan Kemenangan Perdana di Piala Dunia

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan Sudirman di Palembang, Kamis, mengatakan usulan tersebut merupakan bagian dari dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Secara keseluruhan, Sumsel membutuhkan dua helikopter patroli udara dan delapan helikopter water bombing untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla.

Saat ini, armada yang siaga di Sumsel sebanyak enam unit, terdiri atas dua helikopter patroli udara dan empat helikopter water bombing.

Menurut Sudirman, pengalaman penanganan karhutla tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kebutuhan armada udara yang cukup besar, terutama untuk operasi pemadaman di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.

Oleh karena itu, tambahan empat helikopter water bombing diusulkan untuk mempercepat penanganan karhutla saat memasuki periode puncak musim kemarau.

>>> Ratusan Perempuan di Jakut Ikuti Workshop Eco Enzyme Olah Sampah Organik

Realisasi penambahan armada tersebut tetap menyesuaikan perkembangan kondisi karhutla di Sumsel dan arahan dari BNPB.

Sudirman menambahkan, keberadaan armada udara menjadi faktor penting karena sejumlah daerah rawan karhutla memiliki akses terbatas bagi kendaraan dan personel darat.

Selain mempercepat pemadaman, penggunaan helikopter water bombing dinilai efektif untuk menekan potensi meluasnya kebakaran ke kawasan rawan lainnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 22 April 2026 hingga 30 November 2026 sebagai langkah antisipasi.

BPBD Sumsel juga mengimbau masyarakat dan perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas.

>>> Persaingan Harga Mobil Berpotensi Pengaruhi Kinerja Asuransi Kendaraan

"Pencegahan tetap menjadi langkah utama agar kejadian karhutla dapat diminimalkan," kata Sudirman.