Persaingan harga pada pasar kendaraan roda empat yang semakin ketat diperkirakan berpotensi memengaruhi kinerja asuransi kendaraan bermotor.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat perolehan premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026.

>>> Kenaikan Suku Bunga Diperkirakan Hambat Penerbitan Obligasi Korporasi

Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor kendaraan bermotor menjadi penyumbang premi terbesar kedua dengan pangsa pasar 17,3%.

Tantangan Daya Beli dan Insentif

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan bahwa sektor industri kendaraan bermotor masih dibayangi tantangan daya beli masyarakat.

Ketidakpastian mengenai keberlanjutan insentif pada sektor otomotif juga berisiko menekan permintaan unit baru.

"Untuk asuransi kendaraan memang ada sedikit pertumbuhan.

Namun, dengan adanya wacana penghentian insentif pajak, tentu akan menjadi faktor yang menahan pertumbuhan pasar kendaraan," ujar Budi dalam paparan kinerja industri asuransi umum AAUI di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Budi menambahkan bahwa fasilitas insentif dari pemerintah terbukti efektif menjaga ketertarikan masyarakat untuk membeli unit kendaraan.

Stimulus tersebut mendukung penjualan baik melalui skema tunai maupun kredit.

>>> Mitsubishi Perbarui eK Cross EV dengan Fitur Cadangan Listrik 1.500 Watt

Penjualan Mobil dan Tren Kendaraan Listrik

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit, naik 1,7% dari periode sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan mobil listrik pada Maret 2026 mencapai sekitar 33.000 unit, atau 16% dari total penjualan mobil nasional.

AAUI mencatat total klaim asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp 1,82 triliun pada kuartal I-2026, naik tipis 0,2% secara tahunan.

Lini kendaraan bermotor menempati urutan ketiga sebagai kontributor klaim terbesar dengan porsi 14,1%.

Perluasan pasar kendaraan listrik dinilai memberikan peluang baru bagi sektor asuransi.

Namun, Budi Herawan mengingatkan bahwa kesiapan produk setiap perusahaan asuransi masih bervariasi.

"Kendaraan listrik memang berpotensi berkembang. Namun, industri juga masih perlu melakukan kajian lebih lanjut karena karakteristik risikonya berbeda dengan kendaraan konvensional," ujarnya.

>>> Yamaha dan Suzuki Naikkan Harga Motor Matik per Juni 2026

AAUI memproyeksikan dinamika asuransi kendaraan bermotor ke depan akan bergantung pada daya beli publik, penjualan kendaraan domestik, dan arah kebijakan insentif otomotif pemerintah.