Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyerukan agar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) kembali menjadi aliansi militer garis keras yang memiliki kemampuan tempur nyata.

Pernyataan itu disampaikan Hegseth dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menjelang pertemuan para menteri pertahanan negara anggota NATO di Brussels, Kamis.

>>> Kemendikdasmen: TKA Penting untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

"NATO 3.0 merupakan pengakuan pasca-Perang Dingin bahwa aliansi ini perlu kembali menjadi aliansi militer yang sesungguhnya, dengan kemampuan militer nyata yang mampu memberikan efek penangkalan di kawasan dan memimpin pertahanan konvensional Eropa," kata Hegseth.

Ia menambahkan bahwa NATO harus mengambil peran utama dalam menjamin keamanan Eropa.

Hegseth juga mengatakan bahwa rancangan anggaran pertahanan Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2027 merupakan "pesan kepada dunia" bahwa Washington tetap berinvestasi di sektor pertahanan.

>>> Marc Marquez Redam Ekspektasi Jelang MotoGP Ceko 2026

Rencana Pengurangan Kontribusi AS

Pada Mei lalu, majalah Jerman Der Spiegel melaporkan, mengutip sejumlah sumber, bahwa Amerika Serikat berencana secara signifikan mengurangi kontribusi militer kepada NATO dalam kerangka NATO Force Model.

Kerangka tersebut, sebagaimana dijelaskan di situs resmi NATO, digunakan untuk mengoordinasikan dan mengerahkan pasukan negara-negara anggota guna menjalankan misi yang ditugaskan oleh aliansi.

>>> Mengenal Puasa Mutih Jawa dan Hukumnya dalam Pandangan Islam

Sementara itu, pada Juni, surat kabar Jerman Bild melaporkan bahwa Amerika Serikat berencana menghentikan penyediaan pesawat pengisian bahan bakar udara KC-46 generasi terbaru serta pesawat nirawak pengintai jarak jauh kepada NATO.