PT Jasa Marga (Persero) Tbk meningkatkan program preservasi jalan tol di sejumlah ruas strategis menjelang libur sekolah 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

>>> Aplikasi Game MAGER Hadirkan Bonus Harian Lewat Misi dan Event

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan pemeliharaan jalan secara konsisten merupakan fondasi utama layanan jalan tol yang andal.

Menurutnya, kualitas jalan yang terjaga mendukung keselamatan pengguna.

Faktor eksternal seperti tingginya intensitas hujan dan beban kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) menjadi tantangan yang diantisipasi melalui program pemeliharaan terencana.

"Melalui program preservasi yang terencana, kami memastikan kualitas jalan tol tetap prima sehingga masyarakat bisa bepergian lebih aman dan nyaman, terutama jelang libur sekolah," ujar Rivan.

Pendekatan Preventif dan Teknologi Modern

Program preservasi tidak hanya fokus pada perbaikan saat kerusakan terjadi, tetapi juga menerapkan pendekatan preventif untuk memperpanjang usia layanan jalan tol.

Pelaksanaannya dikelola oleh anak usaha PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).

Kegiatan preservasi meliputi peningkatan kapasitas gerbang tol, pemasangan Median Concrete Barrier (MCB), renovasi gerbang dan plaza tol, serta pekerjaan Scrapping, Filling, and Overlay (SFO).

Setiap potensi kerusakan ditargetkan ditangani maksimal 2x24 jam.

Memasuki Juni 2026, Jasa Marga melakukan preservasi masif di ruas dengan mobilitas tinggi seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, dan Jakarta Outer Ring Road (JORR).

>>> Meta Resmi Luncurkan WhatsApp Plus Berbayar di Indonesia, Ini Fiturnya

Ruas-ruas ini merupakan koridor penting menuju destinasi wisata dan pusat ekonomi.

Perusahaan memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan akurasi identifikasi kerusakan. Kendaraan inspeksi Smart Car Vehicle Hawkeye 2000 mampu memindai keretakan lajur secara presisi.