Jajaran direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030 mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung setelah para direksi bursa, termasuk Jeffrey Hendrik, resmi mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

>>> 7 Game Baru PlayStation Plus Extra dan Premium Juni 2026

Agenda ini juga dihadiri oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menitipkan pesan agar integritas pasar modal terus ditingkatkan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan proses seleksi ketat yang telah dilalui oleh para pengurus baru bursa tersebut.

"Dari empat paket yang mengajukan ke OJK, ada 28 orang yang sudah melakukan fit and proper test di OJK dan sudah terpilih tujuh orang yang terbaik untuk masing-masing bidang," kata Friderica dalam konferensi pers di kompleks parlemen.

>>> PT Diastika Biotekindo Tbk Siapkan Buyback Saham Maksimal Rp 15 Miliar

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin pertemuan koordinasi tersebut menyatakan bahwa legislatif meminta adanya peningkatan kualitas pengawasan di sektor pasar modal domestik.

"Kami sudah sampaikan kepada OJK agar kemudian dalam pengawasan juga bisa lebih baik ke depannya dan beberapa kesepakatan telah kami dapatkan titik temu, untuk tata kelola bursa yang lebih baik ke depan," ujar Dasco.

Pihak manajemen baru BEI menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program pembenahan yang telah berjalan beberapa bulan terakhir.

>>> Pimpinan DPR Rencanakan Audiensi dengan Mahasiswa Demo Jumat

Langkah ini difokuskan pada peningkatan transparansi, penguatan tata kelola, serta pendalaman pasar dari sisi ketersediaan pasokan (supply) dan permintaan (demand) untuk mendongkrak daya saing global.