Masyarakat adat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menyerahkan lahan seluas 50 hektare kepada TNI Angkatan Darat (AD).

Lahan tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan satuan baru TNI di Kampung Manunggal Jaya, Distrik Makimi.

>>> Camara: Ketenangan Jadi Kunci Hornbills Hadapi Pelita Jaya di Final IBL

Komandan Korem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI Vivin Alivianto di Nabire, Kamis, mengatakan penyerahan hak atas tanah adat itu merupakan tindak lanjut pengembangan satuan-satuan baru TNI AD.

Langkah ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat dalam rangka memperkuat pertahanan negara.

"Kehadiran kami di sini merupakan tindak lanjut atas perintah KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) untuk mengimplementasikan arahan Presiden Republik Indonesia dalam pengembangan batalion dan satuan-satuan baru demi mendukung kejayaan NKRI," katanya saat penyerahan pelepasan hak atas tanah adat di Markas Korem 173/PVB.

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat dan keluarga pemilik hak ulayat yang telah memberikan dukungan melalui penyerahan lahan tersebut.

>>> STY Ingin Persija Jakarta Dihuni Pemain Berkarakter dan Mau Berkorban

"Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena kami tahu keputusan ini tidaklah mudah," ujarnya.

Menurut Vivin, tanah adat memiliki nilai yang sangat tinggi bagi masyarakat Papua, baik dari aspek budaya, sejarah maupun kehidupan sosial.

Karena itu, kepercayaan yang diberikan kepada TNI menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan baik.

Ia menegaskan, keberadaan satuan baru TNI di Papua Tengah tidak hanya bertujuan menjaga kedaulatan negara.

>>> Menteri ESDM Bahas Kekurangan Pasokan Batu Bara PLN

Satuan tersebut juga mendukung pemerintah daerah dalam menciptakan stabilitas keamanan dan mendorong pembangunan masyarakat.