Dokumenter Pesta Babi Soroti Perampasan Tanah Adat di Papua dan Kalimantan
Film dokumenter investigatif berjudul Pesta Babi (2026) menyoroti perampasan tanah adat di Papua Selatan yang berkedok proyek ketahanan pangan.
Karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale ini viral dan memicu diskusi publik.
>>> Harga Emas Pegadaian 28 Mei 2026 Turun Serentak, Antam dan UBS Melemah
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan menyebut praktik serupa terjadi di daerah lain. Mereka sebelumnya merilis film dokumenter Bara di Bongkahan Batu pada 2023.
Film itu memotret penderitaan masyarakat dan kerusakan alam akibat eksploitasi tambang batu bara di Kalimantan Selatan.
Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Raden Rafiq Wibisono, mengatakan kisah tragis perampasan lahan adat juga terjadi di banyak daerah.
Dokumenter Bara di Bongkahan Batu merupakan bagian dari kampanye #SaveMeratus. Gerakan ini bertujuan melindungi Pegunungan Meratus dari perluasan industri batu bara.
Menurut catatan Walhi Kalsel, sisa hutan primer di Kalimantan Selatan hanya 49.958 hektar. Luas provinsi mencapai 3,7 juta hektar.
Luas izin industri ekstraktif sangat besar.
>>> The Fed Peringatkan Ancaman Stagflasi di Asia Akibat Konflik Iran
Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) menguasai 722.895 hektar, Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) 559.080 hektar, dan Hak Guna Usaha (HGU) kelapa sawit 645.612 hektar.
Akumulasi izin tersebut menyedot 51,57 persen wilayah Kalimantan Selatan. Eksploitasi terus berjalan tanpa evaluasi dari pemerintah selama sepuluh tahun terakhir.
Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel, Dwi Putera Kurniawan, mengecam kebijakan pangan yang merusak alam.
Ia mencontohkan kegagalan Proyek Strategis Nasional (PSN) 1 juta hektare di Kalimantan yang meninggalkan lahan kritis.
Pelarangan pemutaran film Pesta Babi di sejumlah daerah menuai kritik.
>>> Drummer Cilik Oman Viral Cover Lagu BURN Isyana Sarasvati
Koordinator Social Justice Institute Kalimantan (SJIK), Wira Surya Wibawa, menilai larangan itu menunjukkan ketakutan terhadap suara kritis dari realitas Papua.
Update Terbaru
4 Orang Sekeluarga Ditemukan Tewas dalam Tenda Camping di Temanggung
Kamis / 28-05-2026, 15:02 WIB
Baca Preview Sore Lookism Chapter 609 Bahasa Indonesia, Akhir Penentuan! Konflik Mulai Terbaca
Kamis / 28-05-2026, 15:00 WIB
Baca Preview Lookism Chapter 609 Bahasa Indonesia, Siap-Siap Panas! Ceritanya Mulai Terasa
Kamis / 28-05-2026, 14:45 WIB
Virgoun Minta Maaf ke Mantan Suami Lindi Terkait Ucapan Eva Manurung
Kamis / 28-05-2026, 14:45 WIB
Natalia Vodianova Hamil Anak Keenam di Usia 44 Tahun
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Rp100 Miliar dari APBN
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Taylor Swift Hadiahi Gitar Bertanda Tangan untuk Penggemar Cilik
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Platense Kalahkan Corinthians 2-0, Lolos ke Babak 16 Besar Copa Libertadores
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Bolivar Gagal ke Babak Gugur Copa Libertadores Usai Takluk dari Independiente
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Dodgers Hadapi Rockies di Laga Penutup Seri Dodger Stadium
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Semar Nusantara 28 Mei 2026 Bergerak
Kamis / 28-05-2026, 14:43 WIB
Pasar Modal dan Rupiah Tertekan Sejak Awal 2026, Defisit APBN Jadi Sorotan
Kamis / 28-05-2026, 14:43 WIB
Mendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan di Wilayah Terpencil Sorong
Kamis / 28-05-2026, 14:43 WIB






