Mazda telah lama menjadi salah satu penentang terbesar tren layar sentuh raksasa di industri otomotif.

Namun, dengan hadirnya CX-5 generasi terbaru, pabrikan asal Hiroshima itu akhirnya menyerah dan memindahkan kontrol iklim ke layar sentuh.

>>> Oldsmobile Hurst/Olds 1984 dengan Tiga Tuas Transmisi Otomatis

Keputusan ini menandai perubahan haluan yang cukup drastis bagi Mazda.

Sebelumnya, merek ini membangun identitasnya pada keyakinan bahwa tombol fisik dan kenop lebih baik daripada layar sentuh untuk menjaga fokus pengemudi.

Argumen Mazda: Layar Sentuh Lebih Aman

Berbicara kepada Drive Australia, manajer program CX-5 Koichiro Yamaguchi menjelaskan alasan di balik perubahan tersebut.

Menurutnya, layar sentuh besar justru mempersingkat waktu pengemudi mengalihkan pandangan dari jalan dibandingkan dengan sederet tombol fisik.

"AC bisa dioperasikan dengan satu jari, dan jika kami harus menempatkan tombol fisik, itu akan berada di posisi yang lebih rendah," kata Yamaguchi.

"Kemudian pengemudi harus menunduk, dan ada 15 sakelar yang mirip. Itu berarti Anda harus menunduk dan memilih tombol yang benar – sebenarnya, mengharuskan pengemudi mengalihkan pandangan dari jalan."

Ia menambahkan bahwa lebih baik memiliki kontrol di layar untuk meminimalkan gangguan tersebut.

Meskipun banyak pengemudi yang kecewa dengan perpindahan kontrol iklim ke layar sentuh, sebagian besar pabrikan mobil kini melakukannya.

>>> Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Buka Showroom Baru di Jakarta

Pada CX-5 baru, kontrol suhu dan kecepatan kipas tetap berada di bagian bawah layar, sehingga selalu mudah diakses.

Mazda juga mempertahankan tombol fisik untuk pengaturan defrost kaca depan dan belakang, sehingga dapat diaktifkan dengan cepat.

Dibandingkan dengan beberapa mobil lain di pasaran, pengaturan ini dinilai cukup baik.