Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Zionis Israel terhadap Republik Islam Iran.

Penandatanganan dilakukan secara digital dari jarak jauh pada Kamis dini hari. Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator, juga akan menandatangani naskah MoU tersebut.

>>> Menekraf: Optimalisasi Aset Tak Berwujud Perkuat Otonomi Strategis RI

Peringatan Iran soal Pelanggaran MoU

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa serangan Israel ke Lebanon atau kelanjutan penjajahan di kawasan Arab akan dianggap sebagai pelanggaran atas MoU antara Washington dan Teheran.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan sejumlah duta besar, kuasa usaha, dan kepala misi internasional di Teheran pada Selasa (16/6).

Araghchi menjelaskan bahwa negosiasi Iran-AS bertujuan mengakhiri perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak Februari 2026.

>>> Korban Hanania: Banyak Orang Tua Sakit karena Gagal Berangkat Umrah

MoU akan berlaku langsung setelah rencana penandatanganan pada Jumat. Babak baru negosiasi untuk mencapai perjanjian final akan segera dimulai.

"Pada tahap awal, perkembangan yang sangat penting adalah deklarasi penghentian perang.

>>> TMGM Masuki Dunia Esports, Jalin Kemitraan Global dengan OG Esports

Penghentian perang telah diumumkan pada Senin pagi, dan setelah perjanjian final dicapai, memorandum secara resmi akan berlaku pada Jumat," ujar Araghchi.