Korban Hanania: Banyak Orang Tua Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
Perwakilan korban penipuan travel umrah Hanania Travel, Uli Amelia Septriani, mengungkapkan bahwa banyak orang tua jatuh sakit setelah mendengar kabar pembatalan ibadah umrah.
Hal itu disampaikan Uli dalam rapat audiensi dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
>>> TMGM Masuki Dunia Esports, Jalin Kemitraan Global dengan OG Esports
Ia mengatakan bahwa kerugian materiil akibat penipuan Hanania mungkin bisa dicari kembali, tetapi kerugian non-materiil justru sangat besar.
"Banyak orang tua yang jatuh sakit karena mendengar pembatalan tersebut.
Ada banyak anak yang harus berbohong ke orang tuanya hanya karena tidak mau bapak-ibunya sakit mendengar tidak jadi berangkat ke Tanah Suci," kata Uli.
Menurut Uli, uang yang dibayarkan ke Hanania berasal dari tabungan calon jamaah dengan latar belakang berbeda.
Ada yatim piatu yang menabung, orang tua tunggal, hingga tabungan hasil keringat para pekerja keras yang berharap bisa ke tanah suci.
>>> Kementerian ESDM Buka Peluang Revisi Harga Batu Bara DMO
Ia menegaskan bahwa ibadah adalah hak konstitusional warga negara Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta perlindungan bagi para calon jamaah.
"Kalau bukan kepada negara sekarang kami meminta untuk dilindungi, untuk didampingi, untuk mendapatkan apa yang memang hak kami, ke mana lagi kami harus bergerak?"
ujarnya.
Uli juga menyoroti kondisi memprihatinkan yang dialami calon jamaah. Bahkan, ada yang mengalami pembatalan oleh Hanania enam jam sebelum keberangkatan.
>>> Portugal Imbang 1-1 Lawan Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
"Paling parah pada tanggal 25 (Mei 2026), pembatalan dilakukan H-6 jam. Ada jemaah yang sudah di bandara, sudah lengkap dengan seragamnya," katanya.
Update Terbaru
Lenovo Terbitkan Obligasi Konversi Rp35 Triliun untuk Refinancing Utang
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
HIPMI Jakarta Selatan Sukses Gelar Musawarah Fest, Perkuat UMKM
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
IADO Awasi Seleksi Nasional Angkat Besi Menuju Asian Games 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
PBB: Jumlah Anak Korban Konflik 2025 Capai Rekor Tertinggi
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Ekonom: Kopdes Harus Salurkan Pinjaman Cepat untuk Saingi Rentenir
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
UMSU dan UniSZA Malaysia Jalin Kerja Sama Internasional
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Bioskop Trans TV Tayangkan Film Pixels Malam Ini
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Kenaikan BI Rate Berpotensi Dongkrak Yield Obligasi Pemerintah dan Korporasi
Kamis / 18-06-2026, 16:44 WIB
Stuffcool Nido: Powerbank 10.000mAh dengan Sertifikasi Qi2.2 dan Kabel USB-C Bawaan
Kamis / 18-06-2026, 16:41 WIB
Amazon Prime Day 2026 di India Digelar 4-6 Juli
Kamis / 18-06-2026, 16:41 WIB
Lima Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Beracun di Pantai Sepanjang Gunungkidul
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Kemenag Gelar Gerakan Verifikasi Arah Kiblat Nasional Juli 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS Jelang Sentimen Ekonomi
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan
Kamis / 18-06-2026, 16:40 WIB






