Sebanyak lima wisatawan menjadi korban sengatan ubur-ubur beracun atau impes di perairan Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, pada Minggu (14/6/2026).

Mayoritas korban adalah anak-anak. Peristiwa ini memicu imbauan kewaspadaan bagi wisatawan yang berlibur di kawasan pantai selatan.

>>> Kemenag Gelar Gerakan Verifikasi Arah Kiblat Nasional Juli 2026

Musim Impes Telah Tiba

Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono, menjelaskan bahwa kemunculan ubur-ubur biru ini menandai dimulainya musim impes.

"Memang sudah musimnya impes keluar, biasanya pertengahan Juni sampai Agustus. Puncaknya antara Juli dan Agustus," kata Marjono, Rabu (17/6/2026).

Ia menambahkan, serangan pertama musim ini terjadi di Pantai Sepanjang dengan lima korban sengatan.

Marjono mengingatkan pengunjung untuk tidak menyentuh atau bermain dengan ubur-ubur tersebut. Sengatan impes dapat menyebabkan gatal, rasa panas, sesak napas, hingga pingsan.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS Jelang Sentimen Ekonomi

"Kami minta wisatawan selalu hati-hati, jangan memegang atau menjadikan mainan biota laut biru menggelembung di pinggir pantai," ujarnya.

Bagi yang terkena sengatan, posko penyelamat telah disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama.

Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto, menyebutkan bahwa kelima korban di Pantai Sepanjang mayoritas anak-anak.

Hingga saat ini belum ada laporan korban tambahan.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan

Untuk pertolongan darurat, Surisdiyanto menyarankan membasuh bagian yang tersengat dengan air tawar dan membersihkan tentakel yang menempel di kulit.