Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran telah ditandatangani secara elektronik oleh para pemimpin kedua negara dan langsung berlaku efektif.

Pernyataan itu disampaikan Sharif melalui unggahan di platform media sosial X pada Kamis.

>>> China Luncurkan Satelit Navigasi dengan Roket Kuaizhou-11

Ia menjelaskan bahwa MoU tersebut ditandatangani oleh Presiden AS dan Iran, serta disetujui olehnya selaku mediator.

MoU yang disebut sebagai Kesepakatan Islamabad itu mengatur bahwa Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz. Sementara itu, AS akan mencabut blokade angkatan lautnya sebagai langkah awal implementasi.

"Penandatanganan kesepakatan ini di tingkat tertinggi masing-masing pemerintahan menunjukkan komitmen kedua belah pihak terhadap penyelesaian konflik secara diplomatis," kata Sharif.

>>> Pentagon Akui Chatbot AI Grok Milik xAI Dukung Operasi Militer AS

Dengan dukungan Qatar sebagai co-mediator, Pakistan akan menjadi tuan rumah upacara resmi di Swiss pada Jumat (19/6).

Acara tersebut akan menandai kesepakatan sekaligus memulai pembicaraan tingkat teknis antara kedua pihak.

Sharif juga mengapresiasi keterlibatan konstruktif kepemimpinan Qatar serta kontribusi Arab Saudi, Turki, dan Mesir dalam memfasilitasi kesepakatan ini.

>>> Profil Rahadian M.Saputra Sosok Pria Berkebaya di Perayaan Tahun Baru Jawa di Mangkunegara Bersama Selebgram Paola Serena: Umur, Agama dan IG

Ia berharap MoU tersebut dapat menjadi landasan kokoh bagi pemahaman yang lebih baik, saling menghormati, dan kemakmuran bersama di seluruh kawasan.