PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menargetkan penjualan sebesar Rp80,53 miliar pada kuartal II-2026.

Angka ini mencerminkan kenaikan 2,7 persen secara tahunan dibanding realisasi pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Sistem Kamera Tesla Bisa Dikelabui Boneka Cristiano Ronaldo

Selain penjualan, perusahaan kemasan kertas food grade ini juga membidik laba kotor Rp12,88 miliar, tumbuh 6,01 persen secara tahunan.

Sementara laba tahun berjalan diproyeksikan mencapai Rp1,89 miliar, naik 5,07 persen.

Direktur Utama Paperocks, Irsyad Hanif, menyatakan strategi agresif akan dijalankan untuk memperluas jangkauan pasar baru dan meningkatkan kualitas produk ramah lingkungan.

"Melalui strategi bisnis yang tepat, kami yakin kinerja perseroan akan terus tumbuh," ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, emiten berkode PPRI ini membukukan penjualan Rp154,8 miliar, naik dari Rp147,6 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba kotor juga meningkat tipis 0,18 persen menjadi Rp23,7 miliar.

>>> Harga Emas Dunia Melonjak ke US$ 4.297,04 per Ons Troi

Irsyad menambahkan, pencapaian tersebut membuktikan perusahaan mampu bertahan di tengah ketegangan geopolitik, volatilitas pasar, gangguan rantai pasokan energi, dan perlambatan ekonomi global.

Optimisme pertumbuhan didukung data Kementerian Perindustrian yang mencatat PDB industri makanan dan minuman nasional tumbuh 6,49 persen, lebih tinggi dari PDB industri pengolahan nonmigas sebesar 5,58 persen.

"Industri makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi besar karena didukung sumber daya alam dan permintaan domestik," kata Irsyad.

Pemerintah saat ini mendorong diversifikasi bahan baku kemasan untuk mengurangi penggunaan plastik. Kemasan kertas baru menyumbang 28 persen, sementara kemasan fleksibel berbasis plastik masih mendominasi hingga 48 persen.

Irsyad menegaskan komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberi manfaat berkesinambungan bagi semua pihak.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen

Paperocks yang berdiri sejak 2011 fokus pada produksi, distribusi, dan pemasaran kemasan kertas aman untuk makanan dan minuman bagi restoran dan kafe.