Pemerintah Pantau Fluktuasi Harga Cabai demi Jaga Rantai Pasok
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq memantau pergerakan harga cabai yang fluktuatif dalam hitungan jam saat mengikuti panen raya di Desa Tawia, Hulu Sungai Selatan, pada Senin (15/6/2026).
Pengelolaan rantai pasok dari hulu hingga hilir dinilai mendesak demi melindungi stabilitas ekonomi petani dan konsumen.
>>> Real Madrid Sepakat Rekrut Jose Mourinho, Incar Marcus Rashford
Pemantauan harga secara intensif dari tingkat produsen hingga pasar menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
Langkah tersebut diambil guna memastikan harga jual di tingkat pasar tetap selaras dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) Konsumen yang telah ditetapkan.
Fluktuasi Harga Cabai yang Cepat
“Kita tahu harga cabai bisa naik turun dengan cepat.
Bahkan pergerakan harganya bisa berubah setiap jam,” kata Hanif Faisol Nurofiq dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2026).
Pengawalan informasi secara bersama-sama dipandang menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas hortikultura ini.
>>> Bandung Barat Hapus Denda Pajak Daerah untuk Tingkatkan Pendapatan
“Informasi harus dikawal bersama agar rantai pasok berjalan baik dan petani tidak dirugikan,” ujar Hanif.
Karakteristik tanaman cabai yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca, terutama tingginya curah hujan yang memicu pembusukan, menuntut ketelatenan tinggi dari para petani dalam proses budidaya.
Sebagai langkah strategis, lahan pertanian milik Kelompok Tani Gawi Bersama diusulkan untuk diintegrasikan ke dalam Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).
Program ini memproyeksikan perluasan area tanam hingga mencapai 20 hektare, dari total luas lahan yang saat ini baru digarap sebesar 5 hektare.
>>> Mantan Dirut PT MDI Divonis 5 Tahun Penjara Terbukti Korupsi TaniHub
“Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan. Kontribusi Hulu Sungai Selatan sangat besar dalam menjaga kestabilan harga komoditas ini,” tutur Hanif.
Update Terbaru
UNICEF: 247 Anak Tewas di Lebanon Sejak Maret 2026
Kamis / 18-06-2026, 17:15 WIB
Kemendag Bantah Temuan Minyakita Dijual di Atas Rp20 Ribu
Kamis / 18-06-2026, 17:15 WIB
NTB Tawarkan Investasi Hijau dan Pariwisata kepada Oman
Kamis / 18-06-2026, 17:15 WIB
ENHYPEN Comeback Agustus dengan Formasi Enam Anggota
Kamis / 18-06-2026, 17:15 WIB
Kemhan: Pengelola KDMP Ikuti Latsarmil di 67 Satuan TNI Seluruh RI
Kamis / 18-06-2026, 17:13 WIB
Pemkot Jakut Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 17:13 WIB
Bahlil Pertimbangkan Revisi Harga Batu Bara untuk PLN
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Polisi Telusuri Aset Bos Hanania untuk Pulihkan Kerugian Korban
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
PGN Luncurkan Program Bedah Dapur GasKita 2026, Hadiah Renovasi Gratis untuk Pelanggan Baru
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Timnas Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Portugal Imbang Lawan DR Congo, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Baru
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Richard Lee Tegaskan Status Mualaf dalam Sidang Kasus UU Perlindungan Konsumen
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Pemkot Jaktim Gelar Lomba Sambut HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 17:09 WIB
PLN: PLTS Oelpuah Bantu Penuhi Listrik Saat Beban Puncak di Pulau Timor
Kamis / 18-06-2026, 17:09 WIB






