Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengumumkan bahwa 247 anak telah tewas di Lebanon sejak eskalasi pertempuran pada awal Maret 2026.

Selain itu, sebanyak 992 anak lainnya mengalami luka-luka akibat kekerasan yang terus berlangsung.

>>> Kemendag Bantah Temuan Minyakita Dijual di Atas Rp20 Ribu

UNICEF memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan semakin membebani populasi termuda di Lebanon.

Lembaga PBB itu menambahkan bahwa ratusan ribu anak lainnya terdampak pengungsian, kerawanan, serta gangguan akses ke layanan dasar.

UNICEF memperkirakan lebih dari 770.000 anak mengalami dampak emosional dan mental akibat kekerasan yang terjadi.

>>> NTB Tawarkan Investasi Hijau dan Pariwisata kepada Oman

Masalah keamanan yang masih berlangsung dan keberadaan amunisi yang belum meledak menghambat banyak keluarga untuk kembali ke komunitas mereka.

UNICEF menyerukan penghentian pertempuran, perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur vital, serta akses tanpa hambatan bagi organisasi kemanusiaan.

Sementara itu, Iran dan Amerika Serikat pada Minggu (14/6) memfinalisasi nota kesepahaman perdamaian yang diperkirakan akan menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

>>> ENHYPEN Comeback Agustus dengan Formasi Enam Anggota

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada Senin (15/6) bahwa militer Israel akan tetap berada di "zona keamanan" yang dikuasainya di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza selama masih diperlukan.