PT Blue Bird Tbk (BIRD) memastikan rencana ekspansi perusahaan tetap berjalan terukur di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax dan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Langkah ekspansi tersebut didukung oleh alokasi belanja modal sebesar Rp1,7 triliun hingga Rp1,9 triliun pada tahun 2026.

>>> Kenaikan BI Rate Agresif Dinilai Jaga Daya Tarik Aset Domestik

Direktur Keuangan PT Blue Bird Tbk Irawaty Salim menjelaskan bahwa perusahaan terus memantau pergerakan suku bunga acuan saat ini.

"Ada beberapa counterpart kita juga sudah mulai menaikkan interest rate-nya," kata Irawaty.

Pihak manajemen menekankan bahwa fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari mekanisme pasar yang wajar.

Perusahaan yang kini bekerja sama dengan lima bank untuk pendanaan tersebut akan memanfaatkan belanja modal untuk peremajaan kendaraan, menambah armada, dan membangun infrastruktur pendukung.

"Karena yang kita lihat ke depannya bagaimana demand dari market itu sendiri teradaptasi dulu.

Apakah kita memang harus menambah armada atau tidak, kita melakukan ekspansi secara terukur," terang Irawaty.

Dampak Kenaikan Pertamax Minim

Dampak penyesuaian harga komoditas energi global dinilai minim bagi operasional perseroan.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono menyebutkan sebagian besar armada operasional mereka mengandalkan bahan bakar jenis Pertalite dan Biosolar.

>>> Coway Indonesia Luncurkan Pemurni Air Slim Stand CHP-5730R

"Jadi secara mayoritas, operasionalnya tidak terpengaruh terhadap kenaikan harga Pertamax," imbuh Adrianto.

Meski terdapat divisi kecil yang masih menggunakan Pertamax, kontribusinya tidak signifikan terhadap total pengeluaran operasional.

"Tapi impact-nya tidak besar karena kontribusi dari divisi tersebut masih kecil," ungkap Adrianto.

Manajemen tetap optimistis terhadap pertumbuhan perusahaan yang diselaraskan dengan pertumbuhan produk domestik bruto nasional.

Tekanan geopolitik global diakui memengaruhi mobilitas masyarakat secara regional maupun internasional.

Namun, perusahaan mematok target positif berkaca pada capaian tahun lalu.

"Saya kira secara makro kalau Indonesia masih positive growth, kita tetap optimistis kita juga bisa positive growth bersama GDP growth-nya Indonesia," tutup Adrianto.

Sepanjang tahun 2025, emiten berkode saham BIRD ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun atau tumbuh 13 persen secara tahunan.

>>> MPMRent Gandeng Wuling Motors Sediakan 50 Unit Kendaraan Listrik untuk Korporasi

Laba tahun berjalan perusahaan tercatat naik 9 persen menjadi Rp643,4 miliar dengan kekuatan operasional lebih dari 26.000 armada di 22 kota.