Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali melanjutkan agenda kunjungan kerja ke kawasan Indonesia timur. Dalam perjalanan yang dijadwalkan menuju Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Papua itu, Gibran turut mengajak sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Keberangkatan rombongan dilakukan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis. Sejumlah mahasiswa tampak ikut bersama rombongan pemerintah saat menaiki pesawat menuju lokasi kunjungan.

Agenda tersebut difokuskan pada pemantauan sekaligus evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di daerah. Pemerintah ingin memastikan dua program prioritas tersebut berjalan sesuai tujuan serta terus diperbaiki berdasarkan temuan di lapangan.

Dalam keterangannya, Gibran mengatakan keikutsertaan mahasiswa menjadi bagian dari upaya menampung masukan langsung terkait pelaksanaan program pemerintah.

"Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua. Jadi, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi," kata Gibran.

Menurutnya, berbagai saran yang selama ini disampaikan kalangan mahasiswa menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah.

>>> Blue Bird Lanjutkan Ekspansi Meski Bi Rate dan Pertamax Naik

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa di berbagai daerah yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai, termasuk kritik serta usulan mengenai program MBG maupun koperasi.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa di seluruh penjuru tanah air. Terima kasih sudah menyampaikan aspirasinya secara damai. Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif, terutama terkait MBG dan koperasi," ujarnya.

Gibran menegaskan pemerintah akan terus mengawasi penggunaan anggaran pada program-program prioritas agar tepat sasaran dan tidak membuka ruang penyimpangan.

"Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik, dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi. Saya kira langkah-langkah ini penting untuk tetap menjaga kepercayaan publik," katanya.

Adapun mahasiswa yang ikut dalam kunjungan tersebut berasal dari sejumlah kampus, yakni Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia.