Amerika Serikat dan Republik Islam Iran secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU Islamabad pada Kamis (18/6/2026) untuk mengakhiri perang.

Kesepakatan bersejarah ini ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

>>> Persita Tangerang Lepas 13 Pemain Jelang Super League 2026/2027

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut mengesahkan dokumen tersebut selaku mediator utama.

Pakistan memainkan peran krusial setelah berhasil memfasilitasi gencatan senjata pada 8 April serta memimpin perundingan tingkat tinggi pada pertengahan April 2026.

Kontak Diplomatik Pertama Sejak 1979

Pertemuan di Islamabad ini menjadi kontak diplomatik tingkat tinggi pertama bagi kedua negara sejak pemutusan hubungan diplomatik pada 1979.

Konflik terbuka yang meletus sejak akhir Februari 2026 sempat mengancam stabilitas ekonomi dan memicu volatilitas pasar keuangan global.

>>> Siemens Indonesia Gandeng Telkomsel Percepat Digitalisasi Sektor Enterprise

Lewat ketentuan MoU Islamabad, Iran sepakat segera membuka kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup selama perang berlangsung.

Di sisi lain, pihak Amerika Serikat berkomitmen untuk mencabut seluruh blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan milik Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan segala bentuk serangan di kawasan Arab, khususnya Lebanon, dianggap sebagai pelanggaran MoU ini.

>>> Infiniti Land dan UI Jalin Kerja Sama Riset Perumahan Berkelanjutan

Kedua negara dijadwalkan segera memulai babak baru negosiasi intensif guna mencapai perjanjian damai final dan komprehensif.