Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Kamis (18/6).

Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak bersejarah bagi perdamaian regional dan global.

>>> Mahasiswi ISBI Bandung Sebut Kunker Bersama Gibran ke Indonesia Timur Jadi Kesempatan Langka

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari yang sama mengatakan MoU tersebut telah ditandatangani secara elektronik oleh para pemimpin kedua negara dan langsung diberlakukan.

Dalam pernyataan dari Istana Kepresidenan Pakistan, Zardari menyatakan bahwa konflik telah menyebabkan penderitaan luar biasa bagi masyarakat di seluruh kawasan.

Konflik juga sangat mengganggu pasokan energi, perdagangan, dan stabilitas ekonomi global.

Ia berharap tragedi semacam itu tidak terulang kembali. Negara-negara di kawasan kini diharapkan memusatkan upaya pada pembangunan, kemakmuran, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Zardari menyebut Pakistan mempertahankan pendekatan yang berprinsip, seimbang, dan konstruktif selama krisis.

Pakistan secara konsisten mengadvokasi dialog, pengendalian diri, dan penyelesaian sengketa secara damai sambil tetap berinteraksi dengan semua pihak yang terlibat.

>>> Rosatom Terus Jajaki Kerja Sama PLTN Terapung di Indonesia

Presiden juga mengapresiasi upaya para pemimpin AS dan Iran dalam mengupayakan solusi diplomatik.

Ia juga mengakui dukungan dari China, Qatar, Arab Saudi, Turkiye, Mesir, dan Rusia yang telah berkontribusi pada kemajuan perdamaian.

Zardari mendesak semua pihak untuk berupaya mencapai kesepakatan akhir dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Hal ini guna memastikan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan.

"Pahlawan adalah mereka yang telah mengakhiri perang, bukan mereka yang ingin memulainya," kata Zardari. "Perang hanya membawa kehancuran dan penderitaan.

Perdamaian menjadi satu-satunya jalan menuju kemajuan."

>>> Polisi Selidiki Aksi Tak Senonoh di Bianglala Download Festival

Ia menambahkan bahwa Pakistan akan mempertahankan solidaritas dengan negara-negara regional dalam mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama.