Seorang mahasiswi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Salsabila Maulida, mengungkap alasan dirinya ikut dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah wilayah di Indonesia bagian tengah dan timur.

Salsabila menjadi satu dari lima mahasiswa yang diajak mengikuti agenda kerja tersebut. Rombongan dijadwalkan mengunjungi Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, hingga Papua Barat.

"Kami akan ke NTT, lalu Gorontalo, kemudian Papua Barat," ujar Salsabila saat memberikan keterangan sebelum keberangkatan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan peserta yang ikut berasal dari berbagai perguruan tinggi. Selain dirinya dari ISBI Bandung, terdapat mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Indonesia, dan Universitas Pelita Harapan.

Bagi Salsabila, kesempatan mendampingi kunjungan kerja wakil presiden merupakan pengalaman yang belum tentu datang dua kali dalam hidupnya.

"Menurut saya ini kesempatan yang tidak bisa diulang. Saat masih muda, ada pengalaman-pengalaman yang memang sayang kalau dilewatkan," katanya.

Mahasiswi program studi seni tari itu juga berharap perjalanan tersebut memberinya ruang belajar yang lebih luas, terutama terkait seni dan budaya di daerah yang akan dikunjungi.

Ia ingin melihat secara langsung kehidupan masyarakat setempat, mengenal ragam budaya yang berkembang, sekaligus memahami program-program yang dijalankan pemerintah melalui wakil presiden.

>>> Polisi Selidiki Aksi Tak Senonoh di Bianglala Download Festival

"Saya berasal dari lingkungan seni dan budaya. Lewat perjalanan ini saya ingin mengetahui seperti apa seni budaya teman-teman di daerah yang kami datangi, sekaligus melihat program-program yang dibawa Wapres," ujarnya.

Sebelum keberangkatan, Gibran turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang sebelumnya menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi.

Ia mengucapkan terima kasih atas penyampaian pendapat yang berlangsung tertib serta berbagai masukan yang diberikan, terutama mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut Gibran, pemerintah terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan kedua program tersebut agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Kita pastikan setiap rupiah benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan yang paling penting bebas dari praktik korupsi. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan publik," kata Gibran.